sinergi foundation

Aku Mengingatmu Sebagai Detak, Sesuatu yang Lekat dengan Benak

Aku Mengingatmu Sebagai Detak, Sesuatu yang Lekat dengan Benak Makan Konate (striker.id)

5 tahun berlalu..

Makan Konate memastikan akan melupakan kenangan manis bersama Persib Bandung untuk sementara waktu. Gelandang asal Mali ini akan membantu Arema FC meraih kemenangan di 16 besar Piala Indonesia, Senin 18 Februari 2019 di Stadion Si Jalak Harupat. 

Kendati hanya satu musim di Persib, saya yakin suasana hatinya akan selalu bergolak saat harus kembali ke Bandung dengan menjadi lawan Persib terlebih bertemu dengan bobotoh.

Meskipun ini bukan kali pertama, sebagai mantan ‘terindah’ pemain yang pernah begitu dielu-elukan bobotoh, menarik untuk ditunggu kembali seperti apa sambutan yang akan diterima di Stadion nanti. Sebab Konate sempat membuat banyak bobotoh kecewa. Kekecewaan ini cukup beralasan, karena ketika meninggalkan Persib pada 2015, Konate berjanji akan kembali membela Persib jika kondisi sepakbola Indonesia sudah stabil. Namun kenyataannya seiring berjalannya waktu, dia datang sebagai lawan.

Dan pelajaran yang kita dapat dari sini adalah expect nothing, so you won’t get hurt

Sekadar bernostalgia, mari saya bantu ingatkan kembali kebersamaan Persib dengan Makan Konate. 

Sejak resmi pamit dari Persib Bandung pada tahun 2015, Makan Konate seperti tak tergantikan di lini tengah tim Maung Bandung. Aksi gesit nan lincah solo run ikoniknya kerap kali membuat bobotoh selalu rindu. Lini tengah persib nampak kosong, poros aliran bola pun lebih sering mengandalkan serangan sayap a.k.a serangan gawir.

Tak bisa dipungkiri, semenjak dia pergi, Persib bak kehilangan seorang jendral lapangan tengah yang terus memberikan suply bola ke depan dan ke belakang bahkan terkadang juga ikut membatu mencetak gol. 

Konate menjadi bagian skuat tersukses Persib Bandung dalam asuhan Bah Djanur. Terbukti 2 gelar bergengsi sudah dia berikan. Melalui piala juara Indonesia Super League 2014 yang merupakan kedua kalinya setelah 1994, sekaligus mengakhiri dahaga gelar juara selama 20 tahun. Tak berselang lama, Konate juga ikut mengantarkan Persib merebut Piala Presiden 2015. 


Sekarang kondisi Persib tengah dalam tren positif usai melahap Persiwa Wamena 7-0 di Stadion Si Jalak Harupat. Bungah yang berlebihan juga tidak baik, karena sudah sepantasnya Persib bisa menang melawan tim liga 3 apalagi bermain di kandang dan disaksikan oleh bobotoh. Jika dicermati, masih ada kekurangan dan selayaknya menjadi catatan penting untuk perbaikan tim.

Melawan Arema FC adalah laga yang cukup berat, harapan selalu agar Persib dapat konsisten menampilkan permainan terbaiknya. Selain itu juga memiliki spirit bertanding dan bertarung keras seperti Hariono. Karena turnamen Piala Indonesia ini adalah ajang bagi mereka untuk saling membangun chemistry di antara pemain.

Ketidakhadiran Capt Supardi karena sakit, I made yang masih cidera, dan King Eze sejatinya tidak menjadi kendala untuk bisa menang melawan tim asuhan Milomir Selsija.

Sebagai bobotoh dan sadar tidak memiliki kapabilitas untuk memastikan Persib bisa juara atau tidak, namun untuk menganalisis dan berandai-andai pastinya bukan dosa kan. Menyambut liga sesungguhnya dan melihat skuat Persib berikut pelatih yang sekarang, sepertinya sebagai bobotoh, saya mungkin pesimis mungkin realistis, meskipun kenyakinan untuk jadi juara juga ada, Yaaa memang saya sadar terlalu dini untuk menilainya.

Obrolan warung kopi, interaksi di sosial media pun banyak yang mengeluarkan statement, reaksi reaktif berikut spontan oleh bobotoh dan tidak terlepas plus unsur heurey didalamnya. Reaksi macam demikian selalu terjadi setiap tahunnya. Seperti sudah tak kaget lagi, optimis dan pesimis, memuji dan mencibir adalah hal yang biasa. 

Akhir kata, 

Better to fight and fall than to play without hope. Hidup Persib!

Penulis pemilik akun twitter account @mayairfandhi

Editor: Dadi M
Piksi

Berita Terkini