REPUBLIKBOBOTOH - Persib pada era kepelatihan Indra M Thohir musim kompetisi 2000-an. Persib mendepak sosok predator dengan prospek tinggi asal Garut, yakni Zaenal Arief.

Bobotoh tak banyak mengetahui alasan pria asal Cikajang itu memilih mundur dari tim Maung Bandung.

Saat itu, nama Zaenal Arief memang kurang bersinar lantaran sektor depan Maung Bandung masih dihuni pemain senior seperti Sutiono Lamso dan Sujana.

Bahkan Persib lebih mempercayai pemain senior mengingat di 5 laga awal tidak mendapatkan kemenangan sekalipun.

Minimnya kesempatan bermain di Persib, membuat Abo -sapaan Zaenal Arief- gerah. Sebagai pemain muda, ia sadar kemampuannya harus diasah agar semakin matang dan berharap menjadi andalan Timnas Indonesia.

Banyak media cetak saat itu yang mengabarkan bahwa Abo menolak bermain di Persib karena adanya perseteruan dengan pelatih kepala.

Kepada REPUBLIKBOBOTOH.COM di acara Podkesan, Abo terang-terangan menjelaskan hal yang saat itu terjadi.

Pria berusia 39 tahun itu membenarkan ada masalah saat memutuskan mundur dari Persib.

Menurutnya, tipe permainannya tidak cocok dengan skema kepalatihan Indra Thohir dan ia pun lebih memilih mencari tim lain sebagai destinasi karir selanjutnya.

"Saya personal tidak ada masalah sama Abah Thohir, Abah Thohir sudah meloloskan Persib sampai ke Liga champion, itu pelatih terbaik cuman permasalahannya bukan sebagai pelatih dan pemain karena memang pemain dengan tipe saya tidak cocok. Itu sebenarnya," kata eks pemain Persepam Madura itu di program Podkesan REPUBLIKBOBOTOH.COM.

Ia juga merasa permainannya lebih stylish sebagai pemain depan. Berbeda dengan keinginan Indra Thohir yang mengutamakam fisik dan memerlukan tiper penyerang yang berani berduel dengan barisan pertahana lawan.

"Dulu saya masih 18 tahun. Dulu kan abah kalau fisiknya engga bagus ya repot," ucap Abo.

Abo menilai, Indra Thohir tampak kesal karena melihat tipe permainannya. Bahkan ada beberapa ucapan yang terlontar bahwa permainan Abo masih jauh di bawah dari pemain yang usianya sudah berkepala tiga.

"Iya sempet ada kata kata yang dijadikan motivasi. Kamu masih muda, kenapa main kaya gini? Eleh keneh ku kolot, tapi itu jadi motivasi buat saya. Tapi ada segi positifnya itu ada pecutan dari Abah. Karakter saya engga cocok dengan skema yang di abah," tutur eks pemain Persita itu.

"Bahwa karakter saya sama Boy Jati engga sama, Boy tipe fighter, saya stylis, beda. Jadi ibaratnya beda koki ya beda masakan. Tapi saya sangat kagum dengan sosok beliau dan saya pun harus melangkah agar bisa berkembang dan keluar dari zonanya ini," tambahnya.

Saat itu, sebenarnya Abo sangat gelisah saat harus pergi meninggalkan Persib. Pernah terbesit, ia rela menjadi cadangan asalkan masih di Persib.

Akan tetapi ia sadar, menjadi penghangat bangku cadangan bukan hal positif untuk pemain muda potensial. Oleh karena itu ia memilih bergabung dengan Persita agar bisa kembali ke Persib saat kemampuannya sudah semakin matang.

"Okelah gak apa-apa cadangan, tapi coba bayangkan semakin hari saya semakin tidak terasa bagaimana? Itulah. Maka dari itu saya harus bisa mencari sesuatu sehingga kembali ke Bandung itu sudah punya power," kata pria yang kini menjabat sebagai PNS itu.

Abo juga menegaskan hubungannya dengan Indra M Thohir baik-baik saja sampai saat ini. Ia juga sangat hormat kepada Abah Thohir yang mampu melambungkan nama Persib di kancah Asia.

"Semuanya gak ada apa-apa, makanya sekarang saya jelaskan kepas Bobotoh, saya angkat jempol kepada Abah, saya hormat, luar biasa, orang baik di luar lapangannya, baik, humble, candaannya, hunornya, hanya di lapangan saja keras dan kita tidak sama. Bahkan saat di pernikaham saya juga beliau datang," tuntasnya. (Raffy Faraz Ramadhan)

Video

https://www.youtube.com/watch?v=Y1aBI_qonaM