REPUBLIK BOBOTOH - Agensi pemain asal Langsa, Aceh, Eddy Syah mengaku sempat dihubungi tim asal Korea Selatan untuk membantu proses perpindahan Febri Hariyadi.

Tak tanggung, Eddy dihubungi salah satu tim kuat yang tampil di K-League atau kasta tertinggi sepakbola Korea Selatan.

Eddy memang dikenal sebagai pemain yang kerap membantu proses pemain lokal ke tim luar negeri. Salah satunya ialah membantu Ponaryo Astaman yang diminati oleh tim asal Malaysia.

"Jujur keinginan saya ingin mambawa pemain-pemain lokal Liga untuk bisa berkiprah di luar," ucap Eddy di program PERSIB AING, AING PISAN yang tayang di YouTube REPUBLIKBOBOTOH TV.

Tak hanya Febri, Saddil Ramdani juga menjadi salah satu pemain yang diminati tim Korea Selatan yang tidak bisa Eddy sebutkan. Sayangnya proses kepindahan Febri terhenti di tengah jalan karena Persib tidak melepasnya.

"Dulu sempat ada yang telefon ke saya minta Febri Hariyadi ke saya. Tapi saya pikir sulit karena Febri diperlukan Persib. Ada dulu dari Klub Liga 1-nya di Korea yang minta Febri. Sama Saddil Ramdani juga,"

"Tapi pada akhirnya ya gak boleh, saya juga gak tahu pertimbangannya apa dan gak di lepas," ujar Eddy.

Meski tak mengetahui secara pasti alasan tim Maung Bandung tak melepas Febri, Eddy menilai tawaran tersebut sangatlah bagus untuk masa depan pemain tersebut.

"Bagi saya, Korea dan Jepang jadi negara yang bagus dan pemain kita sangat layak main di sana. Di sana menang benar-benar sepakbolanya jauh lebih maju dan apresiasi di sana untuk pemain Indonesia juga cukup bagus," tambahnya.

Ditambah lagi, kesempatan bermain di luar negeri juga tak dimiliki banyak pemain lokal. Terlebih, bermain di luar negeri bisa membantu meningkatkan kualitas dari pemain itu sendiri termasuk sepakbola Indonesia.

"Saya pikir sangat layak lah artinya pemain muda ini harus diberikan pengalaman dan jam terbang agar matang. Kita gak usah berpikir dulu Eropa kalau ujung ujungnya cuma jadi turis," tuntasnya.**

VIDEO