REPUBLIK BOBOTOH - Pelatih Persib, Robert Alberts menegaskan semua pemainnya sudah mendapatkan vaksinasi menjelang kompetisi Liga 1 2021/2022.

Hanya saja Robert mengatakan ada beberapa kendala lain, salah satunya pada aplikasi pendukung, yakni Peduli Lindungi.

Seperti diketahui, dalam agenda manajer meeting Liga 1 2021 yang digelar di Jakarta, Jumat 20 Agustus 2021, menghasilkan beberapa regulasi.

Salah satunya aturan baru yang wajib dan harus dipatuhi oleh pemain yaitu memeiliki aplikasi 'PeduliLindungi'.

Dalam pertemuan tersebut dibahas soal persiapan kompetisi yang meliputi proses pendaftaran dan pengesahan pemain, sosialisasi penerapan aturan penggunaan aplikasi PeduliLindungi yang diterapkan pemerintah, serta protokol kesehatan yang diterapkan pada kompetisi.

Aplikasi Peduli Lindungi merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah terkait dalam melakukan pelacakan untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Aplikasi ini mengandalkan partisipasi masyarakat untuk saling membagikan data lokasinya saat bepergian agar penelusuran riwayat kontak dengan penderita Covid-19 dapat dilakukan.

Sertifikat vaksinasi atau tanda bukti selesai vaksin juga bisa diakses dalam aplikasi tersebut. Hanya saja aplikasi itu tidak berlaku untuk pemain asing karena tidak memiliki nomor kartu identitas.

"Masalah lainnya sekarang adalah semua orang harus memiliki aplikasi (Peduli Lindungi) di ponselnya yang mana di sana ada sertifikat vaksinasi dengan menyertakan nomor (KTP). Tapi semua pemain asing tidak memiliki itu, para pemain asing tidak punya NIK, jadi kami tidak mempunyai bukti sudah divaksin selain bukti di kertas,"

Sampai saat ini, Robert mengatakan, para pemain asingnya masih mengandalkan bukti vaksinasi berupa kertas karena belum bisa mengakses aplikasi tersebut.

Ia juga sudah meminta kepada federasi agar para pemain asing di seluruh Indonesia bisa mengakses aplikasi tersebut, demi bermain di gelaran kompetisi Liga 1.

"Tapi kami sebagai pemain asing tidak punya itu dan kini PSSI sedang mencoba mengatasi masalah ini. Karena seperti yang saya katakan, kami ini satu tim dan semua orang asing di tim sudah divaksin tapi tidak bisa mengunduh aplikasinya karena tidak punya NIK,"

"Saya harap ini bisa diatasi karena meski orang asing, baik pemain dan pelatih, kami juga ingin bisa berpartisipasi dalam kegiatan apapaun." tuntasnya.**

VIDEO PODKESAN