REPUBLIK BOBOTOH - Indonesia batal mengikuti turnamen Piala AFF U-23 yang berlangsung di Kamboja, 14-26 Februari 2022 mendatang.

Kasus Covid-19 dan cedera yang melanda skuad Garuda Muda menjadi penyebab mundurnya pasukan Shin Tae-yong.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memaklumi keputusan yang diambil oleh PSSI.

Baca Juga: TikTok Siapkan Fitur Baru, Cegah Konten Dewasa Dilihat Anak Remaja

“Kita tidak boleh memaksakan diri di tengah situasi seperti ini. Itu adalah kejadian di luar kehendak pelatih, federasi, apalagi pemerintah,” kata Zainudin Amali dikutip dari laman Kemenpora.

“Saya berharap supaya PSSI bisa fokus untuk penyembuhan para pemain yang terpapar,” ujarnya.

Zainudin Amali meyakini bahwa para atlet yang terpapar Covid-19 bisa sembuh dengan cepat. Hal tersebut berkaca pada pengalaman di PON XX Papua 2021.

“Seperti ketika PON XX di Papua yang lalu, walaupun banyak atlet yang terpapar tapi recoverynya cepat. Karena para atlet sesunguhnya punya kebugaran fisik yang bagus. Apalagi mereka semuanya sudah divaksin. Semoga kondisi mereka segera pulih,” harapnya.

Sementara itu, menurut PSSI, ada dua penyebab yang membuat Indonesia urung ikut serta dalam turnamen yang mempertemukan antar negara ASEAN tersebut.

Pertama adalah kasus Covid-19 yang melanda skuad Garuda Muda. Ada tujuh pemain yang positif covid-19 dan 1 ofisial. Tujuh pemain itu adalah Ronaldo Joybera R Junior, Muhammad Ferrari, Braif Fatari, Taufik Hidayat, Irfan Jauhari, Ahmad Figo Ramadhani, dan Cahya Supriyadi.

Faktor lainnya, Indonesia masih menunggu masa inkubasi empat pemain lainnya karena berada satu kamar dengan pemain yang positif Covid-19.

Keempat pemain tersebut adalah Alfeandra Dewangga, Genta Alparedo, Muhammad Kanu Helmiawan, dan Marcelino Ferdinan.

Selain Covid-19, PSSI juga menyampaikan bahwa ada beberapa pemain yang mengalami cedera. Gunansar Mandowen, Ramai Rumakiek, dan Muhammad Iqbal diketahui mengalami masalah pada kebugaran saat memperkuat klubnya masing-masing.

Baca Juga: Serie Bandung Ditunda Bergulir Kembali Awal Maret, Ini Alasan Direktur Utama IBL

Baca Juga: Studi Baru Temukan Vitamin D Bisa Cegah Gejala Berat Covid-19

Indonesia U-23 juga hanya mempunyai satu orang kiper yaitu M. Riyandi. Namun, Riyandi baru saja menjalani karantina selama 10 hari. Satu kiper lainnya, yakni Cahya Supriyadi juga positif covid-19.

Melihat situasi tersebut, pelatih Shin Tae-yong mengajukan surat resmi kepada PSSI agar membatalkan keikutsertaannya di Piala AFF U-23 tahun ini.

PSSI pun merespon hal tersebut dan meminta maaf atas situasi dan kondisi saat ini.

“Dengan sangat menyesal, kami harus membatalkan keikutsertaan Indonesia di Piala AFF U-23 karena alasan di atas. Kami meminta maaf kepada semua pihak karena situasi ini di luar kendali kami. Saat ini kami fokus untuk penyembuhan pemain yang terkena covid-19 dan yang mengalami cedera,” ujar Sekjen PSSI Yunus Nusi dalam rilisnya.

PSSI juga menyampaikan permintaan maafnya kepada Kemenpora dan semua pihak yang terlibat.

"PSSI juga meminta maaf kepada pemilik turnamen, yakni AFF dan maskapai Garuda Indonesia yang rencananya ikut mendukung perjuangan pemain dengan menyediakan pesawat untuk menerbangkan ke Phnom Penh, Kamboja," bunyi pernyataan dalam rilis PSSI.**