Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak. (Adam Husein/Republikbobotoh.com)
RBCOM - Pelatih Persib, Bojan Hodak merasakan ada hal yang mengganjal meski cukup puas dengan pencapaian Maung Bandung yang menutup putaran pertama Super League 2025/26 di puncak klasemen.
Ada dua hal yang membuat Bojan Hodak belum tenang dan harus membenahinya. Pertama, beberapa kegagalan mengeksekusi penalti yang membuat Persib harus kehilangan poin.
Ada lima tendangan penalti Persib yang gagal dimaksimalkan di putaran kedua, dua di antaranya saat menghadapi PSIM Jogja yang membuat Maung Bandung gagal meraih kemenangan setelah laga berakhir imbang 1-1.
Baca Juga : Reaksi Bobotoh setelah Persib Lepas Hehanussa Bersaudara ke Persik Kediri
"Lihat, kami jadi nomor satu di liga, saya merasa senang dan puas. Tapi disamping itu kami masih bisa lebih baik. Kami beberapa kali gagal memanfaatkan penalti, ada lima kali kami melewatkannya tanpa gol," kata Bojan Hodak.
Masalah lainnya yang membuat Bojan Hodak tidak puas adalah fakta Persib beberapa kali kebobolan di menit-menit akhir. Itu tidak hanya terjadi di liga domestik, juga ACL Two.
"Kami kebobolan di beberapa di menit-menit akhir dalam 2-3 pertandingan bikin kami kehilangan poin. Tapi kami juga memenangkan pertandingan di menit-menit akhir," jelas Bojan Hodak.
Baca Juga : Persib Wajib Waspada, PSBS Biak On Fire di Tangan Kahudi Wahyu
Persib menutup putaran pertama Super League 2025/26 dengan menempati peringkat pertama klasemen, mengumpulkan 38 poin dan unggul satu angka dari Borneo FC.
Maung Bandung akan mengawali putaran kedua Super League 2025/26 dengan menghadapi PSBS Biak di Stadion GBLA pada Minggu, 25 Januari 2026.****