RBCOM - Setengah musim Super League 2025/2026 telah berjalan, tetapi peta persaingan belum memperlihatkan satu tim yang benar-benar dominan.

Ketatnya jarak poin di papan atas membuat peluang juara masih terbuka bagi banyak klub hingga fase akhir kompetisi.

Kondisi tersebut semakin menarik karena pengalaman juara di bangku pelatih menjadi faktor langka.

Dari total 18 tim peserta, hanya dua pelatih aktif yang pernah merasakan manisnya mengangkat trofi Liga Indonesia.

Baca Juga : Nazriel Alfaro Bicara Soal Persaingan, Konsistensi Persib, dan Inspirasi Beckham

Salah satu figur sentral dalam dinamika ini adalah Bojan Hodak. Pelatih Persib Bandung tersebut tidak hanya fokus menjaga konsistensi timnya di puncak klasemen, tetapi juga aktif memetakan kekuatan para rival yang berpotensi menggeser posisi Maung Bandung.

Persib saat ini memimpin klasemen sementara dengan 38 poin dari 17 pertandingan dan resmi menyandang status juara paruh musim.

Meski unggul tipis dari Borneo FC dan masih menjaga jarak dari Persija Jakarta, Hodak menilai situasi tersebut belum cukup untuk merasa aman.

Menurutnya, persaingan menuju gelar masih sangat cair dan bisa berubah drastis seiring perjalanan musim.

Baca Juga : Persib Dapat Angin Segar, Bojan Hodak Bicara Kondisi Jung, Lucho, dan Saddil

Pesaing Serius dan Potensi Kejutan

Dalam pandangan Bojan Hodak, beberapa tim pantas masuk radar utama perebutan gelar. Borneo FC, Persija Jakarta, dan Malut United dinilai sebagai pesaing paling konsisten di papan atas.

Selain itu, Hodak juga mengingatkan potensi ancaman dari klub-klub yang saat ini belum berada di tiga besar.

Dewa United dan Persebaya Surabaya dianggap memiliki kapasitas untuk membuat kejutan dan mengganggu peta persaingan.

Perhatian khusus diberikan kepada Persebaya, terutama setelah adanya pergantian pelatih dan masuknya sejumlah pemain baru. Hodak menilai perubahan tersebut bisa membawa dampak besar terhadap performa tim.

"Tim lainnya (pesaing) mungkin Persebaya. Mereka mengganti pelatihnya dan mendatangkan beberapa pemain baru, mereka juga bisa menjadi berbahaya," ucap Bojan Hodak.

Baca Juga : Eliano Reijnders Bicara Suasana Ruang Ganti Persib, Peran Bobotoh Jadi Sorotan

Saat ini, Persebaya berada di peringkat ketujuh klasemen dengan 28 poin. Meski belum menembus papan atas, tren tiga kemenangan beruntun menjadi sinyal bahwa Bajul Ijo mulai menemukan ritme permainan.

Dua Pelatih Juara di Tengah Persaingan

Komposisi pelatih menjadi salah satu warna unik Super League musim ini. Dari 18 kontestan, hanya Bojan Hodak dan Bernardo Tavares yang memiliki pengalaman membawa klub menjuarai Liga 1.

Hodak dikenal sebagai arsitek sukses Persib Bandung setelah mengantarkan klub tersebut meraih gelar Liga 1 dalam dua musim berturut-turut.

Rekam jejak itu membuatnya menjadi salah satu pelatih paling disegani di kompetisi domestik.

Sementara itu, Bernardo Tavares datang ke Persebaya dengan reputasi yang telah teruji. Pelatih asal Portugal tersebut sebelumnya mencetak prestasi bersejarah bersama PSM Makassar dengan menjuarai Liga 1 musim 2022/2023.

Baca Juga : Bojan Hodak Buka Peluang Pulangkan Rezaldi Usai Dipinjamkan ke Persik

Keberhasilan itu terasa istimewa karena diraih dengan skuad minim pemain bintang, bahkan saat PSM sebelumnya masih berkutat di papan bawah.

Kini, Tavares menghadapi tantangan baru bersama Persebaya. Dengan materi pemain yang cukup kompetitif, peluang untuk bersaing di papan atas terbuka, asalkan mampu menjaga konsistensi dan menerapkan strategi yang tepat sepanjang musim.****