Pengurus dan anggota Bomber memperingati tujuh hari wafatnya anggota Bomber usai laga Persib vs Persija di GBLA. (Ist)
RBCOM – Tujuh hari telah berlalu sejak kabar duka menyelimuti keluarga besar Bomber, kelompok suporter Persib Bandung.
Salah satu anggotanya meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas saat perjalanan pulang dari Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), usai laga panas Persib Bandung kontra Persija Jakarta pada 11 Januari 2026.
Momen penuh haru ini menjadi refleksi bersama. Ketua Umum Bomber, Apin Marmot, menyampaikan pernyataan resmi yang sarat pesan moral, sekaligus ajakan tegas kepada seluruh elemen suporter untuk lebih mengedepankan keselamatan dan ketertiban.
Pesan Tegas: Kendalikan Euforia, Utamakan Nyawa
Dalam pernyataannya, Apin Marmot menyoroti pentingnya mengendalikan euforia kemenangan. Ia menegaskan bahwa kegembiraan di stadion tidak boleh berujung pada tindakan berlebihan yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Euforia boleh, tapi jangan sampai kadititukan (kebablasan). Nyawa saudara kita jauh lebih berharga daripada sekadar skor pertandingan,” tegasnya.
Apin juga mengingatkan bahwa sepak bola sejatinya adalah sarana hiburan dan kebanggaan, bukan alasan untuk mengabaikan keselamatan di jalan raya.
Ia meminta seluruh anggota Bomber untuk lebih disiplin berlalu lintas serta saling menjaga satu sama lain, terutama saat konvoi atau perjalanan pulang dari stadion.
Doa Bersama dan Ajakan Menjadi Suporter yang Lebih Dewasa
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, keluarga besar Bomber menggelar pengajian dan doa bersama pada Minggu malam, 18 Januari 2026, di kediaman almarhumah. Kegiatan ini menjadi wujud solidaritas serta dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.
Apin Marmot berharap tragedi ini menjadi pelajaran pahit yang tidak terulang. Ia juga menekankan bahwa Bomber harus tampil sebagai contoh suporter yang tertib dan dewasa di ruang publik.
“Kita semua berduka. Kirimkan doa terbaik agar almarhumah husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Mari kita petik pelajaran dari kejadian ini. Pulanglah dengan selamat, karena keluarga menunggu di rumah,” pungkasnya.****