RBCOM - Pelatih Madura United FC, Carlos Eduardo Biasi Parreira, angkat bicara soal absennya arsitek Persib Bandung, Bojan Hodak, dalam duel pekan ke-23 BRI Super League.

Laga yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Kamis (26/2) itu tetap dipandangnya sebagai tantangan berat, terlepas dari situasi di kubu tuan rumah.

Hodak harus menepi akibat hukuman akumulasi kartu, sehingga tak bisa mendampingi Maung Bandung dari tepi lapangan. Namun, Carlos menilai kondisi tersebut bukan keuntungan signifikan bagi timnya.

Baca Juga : Sempat Miskomunikasi dengan Patricio Matricardi, Begini Penjelasan Dion Markx

"Saya berpikir tidak begitu. Pemain Persib sudah tahu bagimana harusnya mereka bermain. Timnya sudah tahu di luar dan di dalam lapangan," jelas Carlos Parreira saat konferensi pers, Rabu (25/2).

Menurut pelatih berusia 44 tahun tersebut, sistem dan pola permainan Persib sudah tertanam kuat dalam diri para pemain.

Ia meyakini absennya sang pelatih kepala hanya berpotensi memengaruhi keputusan-keputusan kecil selama pertandingan berlangsung.

"Tentu saja mereka akan kehilangan pelatih, karena di luar lapangan. Tapi saya berpikir ini tidak akan memengaruhi rencana bermain mereka, mungkin hanya memengaruhi keputusan-keputusan tapi dia akan melihat dan mengevaluasi. Ini normal," imbuhnya.

Baca Juga : Begini Ungkapan Dion Markx setelah Lakoni Debut Resmi Bersama Persib

Carlos justru menekankan bahwa motivasi Laskar Sape Kerrab meningkat bukan karena Hodak absen, melainkan karena Persib sedang bersaing di papan atas klasemen.

Menghadapi tim yang tengah memburu gelar menjadi dorongan tersendiri bagi anak asuhnya.

"Tentu saja, jika kami tidak punya motivasi, kami tidak akan datang untuk bermain. Pertandingan ini, pemain akan punya motivasi lebih, karena kami tahu melawan tim yang berjuang memenangkan liga," pungkasnya.****