RAGAM RB - Rencana pembangunan sistem transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT) di Bandung kembali menjadi sorotan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bandung, Uung Tanuwidjaja, menilai proyek ini harus ditangani secara serius oleh pemerintah daerah bersama Kementerian Perhubungan.

Menurutnya, proyek yang masuk dalam kategori strategis nasional tersebut tidak boleh dikerjakan secara asal-asalan.

Ia menekankan bahwa kualitas hasil pembangunan harus sebanding dengan besarnya anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat.

“Jangan sampai pembangunan fisik dilakukan, tapi hasilnya tidak maksimal. Anggarannya bintang lima, hasilnya juga harus bintang lima,” tegasnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah adanya kebijakan dari Pemerintah Kota Bandung yang menghentikan sementara izin proyek BRT. Langkah ini diambil karena ditemukan sejumlah masalah terkait kualitas pekerjaan di lapangan yang dinilai belum memenuhi standar.

Uung mengungkapkan, sejak awal dirinya telah mengingatkan pentingnya perhatian serius terhadap proyek transportasi ini.

Ia berharap pembangunan BRT dapat menghadirkan infrastruktur dengan kualitas tinggi serta tidak mengalami hambatan seperti proyek sebelumnya.

Selain aspek teknis, ia juga menyoroti pentingnya komunikasi publik. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami tujuan dan manfaat kehadiran BRT sebagai solusi transportasi kota.

“Sosialisasi harus terus dilakukan hingga BRT benar-benar diluncurkan, agar masyarakat memahami dan bisa mendukung program ini,” ujarnya.

Tak hanya itu, Uung juga meminta pemerintah mengantisipasi dampak yang mungkin muncul, terutama terkait kemacetan dan kondisi sosial ekonomi warga.

Ia mencontohkan kawasan seperti Jalan Sudirman yang sudah padat, ditambah aktivitas pasar di wilayah Andir dan Ciroyom yang berpotensi memperparah kondisi lalu lintas saat BRT mulai beroperasi.

“Jika tidak diantisipasi, ini bisa menimbulkan persoalan sosial di masyarakat. Karena itu, langkah mitigasi dan sosialisasi harus dilakukan secara matang,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa koordinasi lintas pihak menjadi kunci utama keberhasilan proyek ini. Tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperhitungkan dampak terhadap kehidupan masyarakat.

“Kalau BRT berjalan lancar dan sesuai rencana, ini akan menjadi langkah besar bagi Kota Bandung. Kita bisa memiliki sistem transportasi publik yang modern, nyaman, tepat waktu, dan terintegrasi,” pungkasnya.***