RBCOM - Viking Persib Club sukses menggelar Viking Fest 2026 sebagai rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33.

Festival yang berlangsung di kawasan Laswi Heritage, Kota Bandung, Sabtu (25/7/2026), dipadati ribuan pengunjung sejak siang hingga malam dan menghadirkan suasana yang berbeda dari perayaan-perayaan sebelumnya.

Tidak hanya menjadi ajang berkumpulnya bobotoh, Viking Fest tahun ini berhasil menarik perhatian masyarakat umum. Konsep festival yang lebih terbuka membuat acara tersebut menjadi ruang hiburan sekaligus silaturahmi lintas komunitas melalui musik dan budaya.

Sepanjang penyelenggaraan, area festival dipenuhi pengunjung yang mengenakan atribut Persib maupun Viking.

Di sisi lain, masyarakat dari berbagai kalangan turut menikmati penampilan sederet musisi nasional yang tampil di dua panggung utama.

Keberhasilan penyelenggaraan Viking Fest 2026 sekaligus menjadi penanda perubahan wajah acara komunitas Viking Persib Club.

Baca Juga : Klasemen Grup A Piala Presiden 2026 setelah Persib Tekuk Arema

Jika sebelumnya kegiatan serupa lebih banyak ditujukan bagi kalangan internal, kali ini panitia memilih menghadirkan festival yang inklusif dan dapat dinikmati siapa pun.

Ketua Panitia Viking Fest 2026, Kukuh Wiguna, mengatakan seluruh konsep yang ditampilkan merupakan hasil proses panjang yang dimulai sejak awal tahun.

“Dari awal tahun, dari Januari kita buat konsep dan lain-lain, itu pun berganti-ganti konsep. Akhirnya jadilah hari ini terlaksana. Kurang lebih setengah tahun proses persiapan Viking Fest ini,” kata Kukuh saat ditemui di Laswi Heritage, Kota Bandung, Sabtu (25/7/2026).

Ubah Citra Festival Komunitas Menjadi Lebih Inklusif

Memasuki kawasan festival, pengunjung langsung disambut gerbang bergaya kapal Viking lengkap dengan ornamen naga berwarna biru. Dekorasi bertema Nordik menghiasi berbagai sudut lokasi, memperkuat identitas Viking Persib Club dalam balutan konsep festival modern.

Dua panggung utama, yakni Stage 33 dan Stage 93, menjadi pusat hiburan yang menyuguhkan penampilan musisi secara bergantian dari siang hingga malam hari. Selain menikmati konser, pengunjung juga memadati area kuliner dan stan merchandise resmi Viking maupun Persib.

Menurut Kukuh, perubahan konsep dilakukan agar Viking Fest tidak lagi dipandang sebagai acara eksklusif untuk bobotoh, melainkan menjadi festival musik yang terbuka bagi seluruh masyarakat.

“Sebetulnya biasanya Viking kalau bikin acara musik memang band-band yang berkaitan dengan Persib. Nah sekarang kita ingin mengubah image itu, bahwa ketika Viking bikin festival musik ini memang untuk dinikmati oleh semua, semua kalangan. Tidak hanya untuk Viking, masyarakat umum ataupun kelompok lain pun boleh hadir ke sini karena segmennya memang musik,” ujarnya.

Baca Juga : Hasil Piala Presiden 2026: Persib Menang Tipis Atas Arema

Ia mengakui, kegiatan yang selama ini digelar Viking cenderung bersifat internal dengan melibatkan distrik-distrik Viking. Karena itu, panitia sengaja menghadirkan konsep baru agar jangkauan festival semakin luas.

“Selama ini kan acara Viking segmented, lebih ke internal Viking saja. Kalau sekarang tidak, kita coba membuka lebih general dengan band-band yang kita undang,” katanya.

Penampilan Musisi Nasional Sukses Hipnotis Ribuan Penonton

Kesuksesan Viking Fest 2026 juga ditunjang oleh hadirnya sejumlah musisi papan atas yang tampil sepanjang hari. Nama-nama seperti Superman Is Dead (SID), Efek Rumah Kaca, Stand Here Alone, The Panasdalam feat.

Pidi Baiq, Hydro Koplo, Ade Astrid, hingga The Paps sukses membakar semangat ribuan penonton.

Suasana festival semakin hidup ketika para pengunjung bernyanyi bersama mengikuti lagu-lagu yang dibawakan para penampil dari berbagai genre musik.

Bagi Viking Persib Club, kehadiran band-band nasional menjadi simbol bahwa sepak bola mampu menyatukan berbagai kalangan tanpa memandang identitas komunitas.

“Kalau dulu selalu gratis karena memang untuk internal. Kita coba mengundang SID, ternyata mereka mau juga main di Viking. Itu sesuatu yang baik buat kita, bahwa sepak bola tidak bisa dikotak-kotakkan. Sepak bola itu universal, siapa pun bisa menjadi alat perjuangan dan alat persaudaraan,” tutur Kukuh.

Kembali Gelar Festival Besar Setelah Delapan Tahun

Viking Fest 2026 juga memiliki makna tersendiri karena menjadi momentum kembalinya Viking Persib Club menggelar acara berskala besar setelah vakum sekitar delapan tahun.

Sebelumnya, berbagai kegiatan serupa pernah digelar di sejumlah lokasi seperti Sidolig, Saparua, Kiara Payung, Ciwidey, hingga Pangandaran.

“Sekarang baru lagi di usia 33 tahun. Berarti sudah sekitar delapan tahun kita tidak melakukan acara besar. Sekarang baru lagi dengan format dan konsep yang berbeda,” ucapnya.

Sebagai bentuk komitmen membangun persaudaraan antarsuporter, panitia juga mengundang berbagai komunitas suporter dari luar Bandung untuk turut hadir merayakan HUT ke-33 Viking Persib Club.

Baca Juga : Begini Skenario Persib Lolos ke Semifinal Piala Presiden 2026 setelah Menang Atas Arema

“Kita mengundang berbagai kelompok suporter, tidak hanya bobotoh. Terlepas mereka hadir atau tidak, yang penting iktikad baik kita adalah mengundang mereka untuk sama-sama merayakan hari jadi Viking Persib Club ke-33,” kata Kukuh.

Melalui penyelenggaraan yang berlangsung aman, tertib, dan meriah, Viking Fest 2026 menjadi bukti bahwa komunitas suporter mampu menghadirkan festival berskala besar yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat nilai persaudaraan, kebersamaan, dan keterbukaan.

Kesuksesan acara ini sekaligus membuka babak baru bagi Viking Persib Club dalam menghadirkan kegiatan yang lebih inklusif dan dapat dinikmati seluruh masyarakat.***