Pelatih Persib Robert Alberts. (Dok. RBCOM)
RBCOM - Robert Rene Alberts buka suara persoalan dengan Persib Bandung yang membuat Maung Bandung terkena sanksi FIFA meski akhirnya kurang dari 48 jam dicabut.
Meski permasalahan tersebut sudah selesai, tapi Robert Rene Alberts harus menanggung akibatnya karena jadi sasaran serangan verbal, bahkan keluarganya pun terkena imbas.
Pelatih asal Belanda itu, mengklarifikasi semua penilaian negatif yang diarahkan publik kepada dirinya. Dia menyebut, hal itu terjadi karena publik tidak mengetahui akar masalah.
Baca Juga : Persib Masih Cari Kiper Baru? Umuh Muchtar Beri Sinyal Mengejutkan
Hal tersebut disampaikan Robert Rene Alberts lewat postingan di akun Instagramnya pada Rabu, 12 Agustus 2026. Berikut pernyataan Robert Rene Alberts:
"Tapi baru-baru ini, saya telah melihat dan mendengar komentar-komentar dari orang-orang yang jelas tidak tahu ceritanya, dan mereka mulai menyalahkan keluarga saya serta diri saya sendiri. Dan sejujurnya, itu tidak baik dan tidak adil juga. Jadi, itulah alasan mengapa saya akhirnya menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Penting untuk dicatat bahwa saya tidak pernah dipecat pada saat itu, melainkan saya mengundurkan diri dari posisi saya sebagai pelatih kepala. Hal ini juga berkat hubungan baik dengan manajemen pada saat itu.
Pada Januari 2025, saya secara pribadi bertemu dengan Adhitia (Deputy CEO PT PBB) dari manajemen baru. Kami duduk berhadapan, mencoba menyelesaikan semuanya bersama-sama, sebuah solusi yang seharusnya lebih baik bagi kedua belah pihak.
Sebenarnya, saya setuju untuk mengurangi jumlah awal, dan saya bersedia berkompromi, menerima kurang dari jumlah kontrak asli karena saya juga memahami situasi klub dan benar-benar berusaha membantu Persib juga. Jadi ini bukan situasi di mana saya tiba-tiba menuntut sesuatu yang tidak masuk akal dari klub.
Saya merasa sulit untuk memahaminya karena ini bukanlah sesuatu yang terjadi secara diam-diam atau tanpa sepengetahuan klub. Izinkan saya mengingatkan Anda bahwa kita telah mengadakan pertemuan pada Januari 2025 di mana kita telah menyelesaikan masalah-masalah ini
FIFA telah menentukan bahwa Persib memiliki kewajiban yang belum diselesaikan kepada saya dan memerintahkan pembayaran tahun lalu. Ketika pembayaran masih belum dilakukan oleh Persib, konsekuensi dibawah proses FIFA pun mengikuti, termasuk sanksi pendaftaran tahun lalu. Setelah FIFA memerintahkan sanksi tersebut tahun lalu, Persib segera membayar saya, tetapi itu baru sebagian dari pembayaran. Masih banyak bulan-bulan lainnya yang harus dibayarkan hingga Desember 2025.
Saya diam cukup lama karena ingin melindungi hubungan baik, dan juga karena saya sungguh berharap kita bisa menyelesaikan semuanya tanpa harus melalui FIFA. Sayangnya hal itu tidak terjadi. Selama proses berlangsung, saya tetap diam. Saya tidak pergi ke media sama sekali. Jadi, ketika orang-orang mengatakan itu adalah keserakahan, atau upaya untuk merugikan klub, atau entah bagaimana saya yang bertanggung jawab atas situasi ini, saya rasa penting bagi orang-orang untuk mengetahui fakta-faktanya terlebih dahulu baru kemudian mulai berbicara mengenai apa yang mereka anggap benar dan salah.
Nilailah situasi berdasarkan fakta, jangan berasumsi, jangan mendengarkan rumor, dan tolong jangan berbicara buruk tentang saya atau keluarga saya karena sekarang Anda sudah mengetahui faktanya. Dan sebagai informasi untuk Anda, kemarin Persib telah membayar penuh seluruh jumlah yang tertunda, dan kemarin saya juga sudah menginformasikan kepada FIFA untuk mencabut sanksi tersebut. Dengan ini, saya akan meninggalkan masalah ini dan tidak akan memberikan komentar lebih lanjut lagi. Dan seperti biasa, saya akan mengatakan: Bagoesss!".*****