Para jawara Super Chess 2026 berfose bersama. (RB/DDY)
RBCOM - Turnamen Superchallange Super Chess National Tournament Series 4 2026 menunjukkan perkembangan positif. Ajang yang berlangsung di Piset Square, Jalan Pelajar Pejuang, Bandung, pada 17–18 Oktober 2026 tersebut berhasil menarik sekitar 520 pecatur dari 18 provinsi di Indonesia.
Jumlah itu bertambah sekitar 120 peserta dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang diikuti kurang lebih 400 pecatur. Peningkatan partisipasi paling terlihat pada kelompok mahasiswa, baik di nomor perorangan maupun kompetisi beregu antarkampus.
Turnamen yang digelar melalui kolaborasi Superchallange dan Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Jawa Barat tersebut menyediakan total hadiah Rp150 juta. Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga membuka ruang bagi pecatur muda untuk menambah pengalaman menghadapi lawan dengan kemampuan beragam.
Ketua Panitia Pelaksana Super Chess National Tournament Series 4, H. Soleh Subari, menyebut peningkatan jumlah peserta mahasiswa menjadi salah satu perkembangan paling menonjol pada penyelenggaraan tahun ini.
“Pada penyelenggaraan Superchallange Super Chess 4 ini jumlahnya pesertanya jelas meningkat signifikan, terutama dari kalangan mahasiswa. Dulu pesertnya dibawah 30, sekarang bisa sampai 78. Di kategori beregu, dulu 23 sekarang mencapai 26 regu,” ujar H. Soleh kepada wartawan, Minggu (18/10/2026).
Menurut Soleh, daya tarik turnamen tidak hanya terlihat dari banyaknya peserta dalam negeri. Kejuaraan kali ini juga diikuti pecatur dari Malaysia dan Singapura, serta seorang International Master (IM) asal Uzbekistan.
Persaingan di kategori Open turut diramaikan sejumlah pecatur bergelar internasional. Panitia menghadirkan lima Grandmaster (GM), di antaranya Susanto Megaranto dan Novendra Priasmoro. Peserta bergelar Woman Grandmaster (WGM), International Master (IM), FIDE Master (FM), Woman FIDE Master (WFM), hingga National Master juga ambil bagian.
“Nah, untuk yang umum open itu kita bisa menghadirkan lima grandmaster. Satu grandmaster Susanto Megaranto, lalu ada GM Novendra Priasmoro. Kemudian ada dua Woman Grand Master (WGM) salah satunya Laysa Latifah. Kalau IM itu banyak lebih dari 10. Kemudian di bawahnya ada Fide Master (FM) dan Woman Fide Master (WFM). Ke bawahnya ada National Master dan Woman National Master serta para pecatur. Bagi saya ini membuktikan kalua Superchallange Super Chess ini sudah diburu oleh para pecatur,” bebernya.
Perkembangan tersebut mendapat sambutan positif dari perwakilan penyelenggara. Emanuel Kristian Aditiyanto, Perwakilan Superchallange Regional Bandung, menilai bertambahnya jumlah mahasiswa yang mengikuti turnamen menjadi sinyal bahwa olahraga catur tetap relevan bagi generasi muda.
“Jadi, ada peningkatan tidak hanya dalam segi jumlah peserta tapi di anak-anak mudanya juga berkembang. Kan kita memang berharap di situ ya. Jadi, anggapan atau stigmanaya adalah catur ini adalah permainan orang-orang tua, ternyata enggak. Catur ini masih dalam kategori permainan anak muda. Terlihat dari mahasiswanya, antusiasnya cukup banyak gitu,” tutur Kris.
Meski peminatnya bertambah, kapasitas peserta mahasiswa masih menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Kris mengatakan sebagian besar peserta kategori tersebut berasal dari perguruan tinggi di Bandung. Penyelenggara pun mempertimbangkan penambahan kuota pada edisi mendatang.
“Sejauh ini mayoritas memang masih dari kampus di Kota Bandung. Tapi ada kemungkinan tahun depan kapasitasnya dan jumlahnya akan kami tambah lagi,” katanya.
Kris menjelaskan, pertumbuhan jumlah peserta memang menjadi salah satu sasaran penyelenggaraan Super Chess. Namun, pihaknya juga ingin menjaga konsistensi keikutsertaan peserta sekaligus memastikan mahasiswa memperoleh pengalaman bertanding yang bermanfaat untuk perkembangan kemampuan mereka.
“Di tahun depan harapannya juga tetap konsisten dulu di situ. Nanti pelan-pelan di-up lagi gitu. Jadi, yang pengen kita target di sini adalah experience-nya. Memang yang sebenarnya target untuk mahasiswa-mahasiswa tuh kan pengalamannya dulu ya. Supaya mereka bisa kalau memang punya impian ke target yang lebih tinggi ya menjadi seorang GM gitu ya. Yang penting kan experience-nya dulu. Dan memang itu yang pengen kita kejar,” tegasnya.
Rangkaian kejuaraan diawali dengan pertandingan kategori beregu antarkampus pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Sebanyak 26 tim bersaing menggunakan sistem Swiss tujuh babak dengan kontrol waktu 10 menit ditambah tiga detik untuk setiap langkah.
Adapun acara pembukaan yang berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026, dihadiri Perwakilan Bidang Pembinaan dan Prestasi (Bidpres) KONI Jawa Barat, Ir. Muhammad Ridlo Eisy, MBA, Wakil Ketua Umum I Percasi Jawa Barat, H. Abdul Chamid, serta Sekretaris Umum Percasi Jawa Barat, Dicky Irfan Firmansyah.
Prosesi pembukaan turut ditandai pertandingan simbolis antara Emanuel Kristian Aditiyanto dan Grandmaster Susanto Megaranto.
Tak hanya menyuguhkan pertandingan kompetitif, penyelenggara juga menghadirkan sesi Fun Chess yang memberikan kesempatan kepada tiga pecatur muda untuk menguji kemampuan menghadapi Susanto.
Ketiga peserta tersebut adalah Muhammad Rafly Syukuri dari UPI 2, Aditya Bayu Pratama dari Maba Baru Chess, dan Muhammad Mu'alief dari ITB.
Dalam pertandingan berdurasi dua menit tersebut, Susanto mampu mengatasi perlawanan ketiga penantangnya. Pengalaman menghadapi Grandmaster itu pun menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta muda.
Rafly mengakui perbedaan kemampuan yang dirasakannya saat berhadapan langsung dengan Susanto.
"Memang keliatan beda levelnya. Nggak ketebak langkahnya," ujar Rafly.
Sementara itu, Mu'alief mengaku merasa gugup sejak pertandingan dimulai. Susanto pun memberikan pesan kepada para pecatur muda agar terus meningkatkan kemampuan dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi lawan yang lebih kuat."Jangan mudah menyerah kayak gitu," ujarnya.
Daftar Pemenang Super Chess National Tournament Series 4 2026
Kategori Beregu Antarkampus
Juara: El Dinus Chess
Runner-up: UGM Akurasi
Peringkat ketiga: UIN Satu King A
Kategori Mahasiswa Perorangan
Juara: Ephesians Prismaranatha (Udinus)
Runner-up: Abed Nego GRCC (Bekasi, Jawa Barat)
Peringkat ketiga: Michael Anggit Prasaja (UGM, DI Yogyakarta)
Kategori Veteran
Juara: Zadiat NNCC (NNCC, Jawa Barat)
Runner-up: Dedi Pandawa Lima (Bandung, Jawa Barat)
Peringkat ketiga: Kusnandar LCC (Depok, Jawa Barat)
Kategori Open
Juara: Yoseph Taher BTS 207 (Jawa Barat)
Runner-up: As Syah Syah Syakish Thirof (Kediri, Jawa Timur)
Peringkat ketiga: Agus Kurniawan (UIN Satu, Jawa Timur)
Penghargaan Khusus
Best Women College: Cherista Joane Nungki
Best Non-Master: Tito Aditya
Best Woman Open: Christine Elisabeth.