RBCOM - Pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Persib Bandung pada lanjutan Super League 2025/26 menghadirkan duel sengit yang berakhir imbang 2-2.
Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, pada 2 Maret 2026 tersebut berlangsung panas dengan empat gol tercipta sepanjang pertandingan.
Meski duel di lapangan berakhir tanpa pemenang, dinamika lain justru muncul di luar stadion. Kisah mengenai hubungan antarsuporter kembali menjadi sorotan, terutama terkait hubungan lama antara dua kelompok pendukung setia kedua klub.
Dalam laga tandang tersebut, perwakilan Viking Persib Club turut datang ke Surabaya. Mereka membawa misi menjaga hubungan baik dengan Bonek, kelompok suporter Persebaya yang selama ini dikenal memiliki relasi persaudaraan dengan Viking.
Kedatangan mereka, menurut Viking, merupakan bentuk penghormatan terhadap pesan yang diwariskan oleh para pendahulu komunitas suporter tersebut.
Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)
"Kehadiran perwakilan Viking Persib Club di Surabaya merupakan bentuk amanat dan pesan moral dari para pendahulu kami, khususnya almarhum Ayi Beutik. Beliau berpesan agar persaudaraan antara Bandung dan Surabaya tetap dijaga. Niat kedatangan kami adalah untuk mempererat silaturahmi dan menjaga hubungan baik antarsuporter, bukan untuk menciptakan konflik," tulis Viking Persib Club dalam pernyataan resminya, Kamis (5/3/2026).
Namun situasi di lapangan tidak sepenuhnya berjalan sesuai harapan. Viking menyebut adanya insiden yang melibatkan oknum suporter yang menyebabkan sejumlah anggota mereka di Surabaya mengalami luka-luka serta kerugian materi.
"Kami mengecam keras segala bentuk kekerasan fisik, intimidasi, perusakan, dan tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum suporter di Surabaya. Akibat insiden tersebut mengakibatkan adanya korban luka serta kerugian materil. Tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum dan tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apapun," jelas keterangan itu.
Viking juga mengungkapkan kekecewaan terhadap dugaan aksi provokasi yang disebut berujung pada penyerangan terhadap tempat menginap perwakilan mereka.
Baca Juga : Persebaya Imbangi Persib, Bernardo Tavares Tetap Senang
"Kami sangat menyayangkan adanya pihak-pihak yang tidak menghendaki terjaganya hubungan baik tersebut, sehingga terjadi provokasi hingga penyerangan ke hotel tempat perwakilan kami menginap. Tindakan tersebut mencederai semangat persaudaraan yang selama ini berusaha kami rawat," ungkap Viking.
Dalam pernyataannya, Viking menegaskan bahwa selama ini mereka memilih untuk tidak merespons berbagai provokasi yang muncul. Sikap tersebut disebut sebagai bentuk komitmen menjaga hubungan baik antarpendukung sepak bola.
"Selama ini kami memilih untuk tidak membalas berbagai bentuk provokasi yang dilakukan oleh oknum suporter lawan, sikap tersebut bukanlah bentuk kelemahan, melainkan wujud komitmen kami dalam menjaga amanat pendahulu dan mempertahankan kondusivitas. Namun perlu ditegaskan bahwa diam kami bukan berarti kami tidak mencatat setiap penghinaan, ancaman, dan serangan yang terjadi terhadap organisasi maupun anggota kami," katanya.
Situasi tersebut kemudian mendorong Viking mengambil keputusan penting terkait simbol persaudaraan yang selama ini melekat antara kedua kelompok suporter.
Mereka menyatakan untuk sementara waktu mengistirahatkan slogan “Viking Bonek Satu Hati”, yang selama ini dikenal sebagai simbol hubungan baik antara suporter Bandung dan Surabaya.
Baca Juga : Marc Klok Ungkap Dua Kelemahan Persib yang Harus Segera Dibenahi
"Dengan mempertimbangkan situasi dan realita yang terjadi akhir-akhir ini, serta demi menjaga keselamatan dan kehormatan organisasi, Viking Persib Club menyatakan untuk menjaga jarak dan mengistirahatkan slogan 'Viking Bonek Satu Hati' karena kami menilai slogan tersebut sudah tidak lagi relevan dengan kondisi yang terjadi saat ini, sehingga butuh waktu untuk sama-sama merefleksikan diri kembali terhadap apa yang menjadi cita-cita dari slogan tersebut," tegas Viking.
Di akhir pernyataan, Viking kembali mengingatkan bahwa rivalitas dalam sepak bola seharusnya hanya terjadi di dalam lapangan pertandingan.
"Rivalitas cukup 90 menit di dalam lapangan, setelah itu kita tidak hilang akal dan tetap waras. Rivalitas bukan menjadi pembenaran untuk melakukan tindakan brutalitas yang malah berlanjut menjadi tindakan pidana di luar sepak bola. Kita tidak sedang mewariskan kebencian kepada generasi penerus," tutup Viking.****
TONTON VIDEONYA DI YOUTUBE RBCOM TV
Follow Berita Republik Bobotoh di Google News
Penulis: Tim Republik Bobotoh | Editor: Daddy
Viking Persib Club Istirahatkan Slogan Viking Bonek Satu Hati. (RBCOM)