RBCOM - Langkah Manila Digger FC di AFC Champions League Two (ACL 2) 2026/2027 kembali terhenti di tangan Persib Bandung.
Wakil Filipina tersebut harus mengakhiri perjuangannya setelah kalah tipis 0-1 dalam pertandingan play-off.
Hasil itu sekaligus mengulang kejadian musim sebelumnya. Manila Digger kembali gagal melewati babak preliminary setelah Persib menjadi tim yang menghentikan langkah mereka.
Bermain di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin malam, 31 Agustus 2026, Manila Digger sebenarnya mampu membuat pertandingan berjalan ketat.
Baca Juga : Kata-kata Mariano Peralta Usai Cetak Gol Penentu Kemenangan Persib Atas Manila Digger
Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)
Mereka tidak hanya bertahan, tetapi beberapa kali mampu memberikan tekanan kepada tuan rumah.
Namun, Persib akhirnya menjadi tim yang lebih beruntung sekaligus lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Gol Mariano Peralta pada menit ke-89 memastikan Maung Bandung melaju ke tahap berikutnya.
Pelatih Manila Digger, Joan Esteva, tidak menampik rasa kecewanya setelah pertandingan. Meski demikian, pelatih asal Spanyol tersebut mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang mampu menjaga persaingan hingga penghujung laga.
"Kami sedih karena kami mampu bersaing melawan tim hebat hingga akhir pertandingan," kata Joan dalam konferensi pers pascalaga di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, dikutip Selasa (1/9/2026).
Menurut Esteva, salah satu faktor yang membuat Manila Digger kesulitan adalah perbedaan kualitas skuad.
Persib datang dengan materi pemain yang dinilai lebih mumpuni setelah melakukan sejumlah perubahan pada tim juara mereka.
Baca Juga : Persib Dinanti Lawan Berat di Fase Grup ACL Two, Igor Tolic: Step by Step
Salah satu pemain yang menjadi sorotan adalah Mariano Peralta. Striker Persib tersebut merupakan peraih penghargaan pemain terbaik Super League 2025/2026 dan menjadi penentu kemenangan Maung Bandung dalam pertandingan ini.
Meski menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi, Esteva menilai anak asuhnya sempat mampu mengendalikan jalannya pertandingan dalam sejumlah periode.
"Di beberapa momen, kami cukup kesulitan karena kualitas lawan. Namun, di beberapa momen kami juga mampu mengontrol pertandingan. Kami memiliki banyak pertandingan," ucap dia.
Selain kualitas skuad, pengalaman menghadapi tim dengan level lebih tinggi juga disebut menjadi persoalan bagi Manila Digger.
Minimnya jam terbang di pertandingan seperti ini dinilai ikut berpengaruh ketika mereka harus menghadapi tekanan pada menit-menit akhir.
Manila Digger sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencetak gol. Namun, peluang yang didapat tidak berhasil dikonversi menjadi gol hingga akhirnya Persib menghukum mereka melalui gol pada penghujung pertandingan.
"Kami memiliki banyak peluang. Kurangnya pengalaman membuat kami kebobolan pada menit-menit terakhir. Ya, kami merasa sedih, tetapi kami juga bangga dengan pertandingan yang kami tampilkan," pungkasnya.
Kekalahan tersebut membuat Manila Digger kembali gagal melangkah lebih jauh di ACL 2. Sementara Persib berhasil mengamankan tiket ke fase berikutnya setelah kembali mengalahkan wakil Filipina tersebut.*****
TONTON VIDEONYA DI YOUTUBE RBCOM TV
Follow Berita Republik Bobotoh di Google News
Penulis: Tim Republik Bobotoh | Editor: Daddy
Pelatih Manila Digger, Joan Esteva. (Ist)