Shin Tae-yong Buka Suara soal Desakan Potong Poin Persija, Apa Alasannya?

Shin Tae-yong Buka Suara soal Desakan Potong Poin Persija, Apa Alasannya? Pelatih Persija, Shin Tae Yong. (MO Persija)

RBCOM - Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menanggapi desakan pemberian sanksi pengurangan poin kepada Macan Kemayoran setelah insiden penyerangan bus rombongan Persib Bandung U-18 di Rest Area Batang, Jawa Tengah.

Peristiwa yang diduga melibatkan oknum suporter tersebut memicu kecaman dari berbagai pihak. Selain pengurangan poin, muncul pula tuntutan agar The Jakmania dilarang mendampingi Persija saat melakoni pertandingan tandang.

Menanggapi polemik itu, Shin mengakui klub sepak bola memiliki tanggung jawab untuk mendukung terciptanya lingkungan yang aman.

Namun, menurutnya, kemampuan klub dalam mengawasi perilaku setiap suporter memiliki keterbatasan, terutama ketika kejadian berlangsung di luar kegiatan pertandingan.

Baca Juga : Polisi Minta Oknum Jakmania Terduga Pelaku Penyerangan Persib U-18 Menyerahkan Diri, Ini Pesan untuk Bobotoh

Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)


"Tentu, klub juga memiliki tanggung jawab. Namun, ada hal-hal yang berada di luar kendali klub. Bagaimana mungkin pihak klub bisa terus mengikuti setiap orang ke mana pun mereka pergi untuk mencegah semua kejadian seperti itu?" ujar Shin Tae-yong.

Shin Pertanyakan Efektivitas Sanksi Pengurangan Poin

Pelatih asal Korea Selatan tersebut turut menyoroti wacana pemberian sanksi administratif kepada klub atas tindakan kekerasan yang terjadi di ruang publik.

Menurut Shin, insiden di rest area tidak bisa serta-merta menjadi tanggung jawab penuh manajemen Persija.

Ia menilai perlu ada pertimbangan matang mengenai hubungan antara tindakan individu, tanggung jawab klub, dan ketentuan disiplin yang berlaku.

Pengurangan poin, menurut pandangan yang disampaikan dalam pernyataan tersebut, berpotensi memengaruhi perjuangan tim di kompetisi meskipun tindakan kekerasan dilakukan oleh individu di luar lapangan.

Karena itu, penanganan perkara perlu didasarkan pada fakta dan aturan yang jelas agar sanksi yang dijatuhkan tepat sasaran.

Alih-alih hanya berfokus pada hukuman terhadap klub, Shin menekankan pentingnya penegakan hukum terhadap individu yang terbukti melakukan kekerasan.

Ia meminta aparat berwenang mengusut kasus tersebut dan memberikan tindakan tegas kepada pihak yang bertanggung jawab.

Baca Juga : I.League Bahas Sanksi Pengurangan Poin Klub Usai Penyerangan Rombongan Persib di Batang

Langkah ini dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang serta menjaga keamanan seluruh insan sepak bola.

"Orang-orang yang melakukan pelanggaran harus ditangkap dan ditindak tegas oleh aparat penegak hukum agar kejadian serupa tidak terulang. Tanggung jawab hukum harus diberikan kepada individu yang melakukan pelanggaran," pungkasnya.***

TONTON VIDEONYA DI YOUTUBE RBCOM TV

Follow Berita Republik Bobotoh di Google News

Penulis: Tim Republik Bobotoh | Editor: Daddy

Memuat Terkini...