REPUBLIKBOBOTOH - Pelatih Persib, Robert Alberts dibuat bingung oleh sikap Polri yang tak mengijinkan kompetisi Liga 1 digelar. Padahal kompetisi kali ini tidak bisa dihadiri suporter dan dinilai aman bagi setiap orang yang ada di lingkungan pertandingan.

Robert juga mengaku heran dengan langkah Polri yang mengijinkan beberapa agenda besar dan melibatkan banyak orang. Salah satunya, aksi demonstrasi penolakan UU Omnibus Law yang tetap berjalan di banyak kota tetap diberikan ijin oleh Polri.

Tentunya Robert mengatakan langkah yang diambil Polri dinilai kurang logis. Pasalnya kompetisi Liga 1 akan diterapkan dengan protokol kesehatan yang baik dan membatasi orang yang datang ke area stadion.

"Secara pribadi saya sangat kebingungan, liga basket juga dihentikan meski penontonnya sedikit dan kurang pemberitaan untuk liganya. Tapi demonstrasi diizinkan oleh polisi, demonstrasi dibolehkan di Indonesia padahal ada ribuan orang yang datang bersamaan," ujar Robert di sesi jumpa pers virtual pada Sabtu (10/10/2020).

"Sedangkan sepak bola yang dimainkan tanpa penonton di stadion tidak diizinkan, jadi bisakah ada orang yang bisa menjelaskan logika di balik semua ini karena saya sangat kebingungan, begitu pula pemain," imbuhnya.

Kebingungan Robert bertambah ketika ada rumor kompetisi kembali bergulir pada November mendatang. Menurutnya para pengambil keputusan kompetisi sangat tidak konsisten mengingat keputusan sebelumnya diumumkan H-2 jelang pertandingan.

"Jika ada rumor kompetisi dimulai November, semua tetap akan kebingungan terhadap konsistensi para pengambil keputusan, dan konsistensi atas tindak lanjut kompetisi yang harusnya digelar lagi 1 Oktober tapi dibatalkan H-2. Jadi itu sangat membingungkan," tuntas eks pemain Ajax Amsterdam itu. (Raffy Faraz Ramadhan)

https://www.youtube.com/watch?v=cPWxhbFuOAo