REPUBLIK BOBOTOH - Nasib klub-klub di tengah dihentikannya kompetisi hingga waktu yang belum ditentukan harus mendapatkan perhatian. Demikian disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali.

Dengan dihentikannya kompetisi sampai batas waktu yang belum ditentukan, membuat beban keuangan klub berpotensi bertambah karena selesainya waktu pelaksanaan kompetisi bakal lebih panjang dari yang dijadwalkan sebelumnya.

Hingga sekarang PSSI belum memastikan sampai kapan kompetisi sepak bola di semua level dihentikan sementara imbas tragedi di Stadion Kanjuruhan yang merenggut banyak korban jiwa.

Baca Juga : Termasuk 3 Pemain Persib, Ini Daftar Skuad Timnas U-20 yang Diboyong ke Eropa

"Saya berkomunikasi terus terkait bagaimana klub-klub mendapatkan kepastian kapan Liga 1 akan kembali bergulir. Mereka menunggu," ujar Amali dikutip dari Antara.

"Klub kan juga mengeluarkan biaya setiap harinya. Mereka menggaji pemain, pelatih, dan sebagainya. Itu harus kami beri kepastian," jelasnya.

Zainudin Amali mengaku, pihaknya pun sampai sekarang belum mendapatkan informasi kapan kompetisi sepak bola Indonesia akan bergulir lagi.

Sebab semua pihak yang bersinggungan dengan pelaksanaan pertandingan sepak bola, masih fokus pada penanganan kasus tragedi di Kanjuruhan.

"Sejalan dengan arahan Pak Presiden Jokowi, kami akan ada kepastian kapan Liga 1 akan dimulai," tutur Zainudin Amali.

Baca Juga : Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Liga Champions Malam Ini Rabu, 12 Oktober 2022

"Yang diaudit itu adalah stadion-stadion yang sudah ada dan digunakan. Terkait kapan Liga 1 dimulai, kami belum tahu. Akan kami menyimulasikan lagi," terangnya.

Zainudin Amali menegaskan nasib kompetisi sepak Liga Indonesia, sejatinya tergantung PSSI bersama lembaga 'turunannya', PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk memastikan pertandingan siap digelar dengan aman.

"Jadinya seperti apa? Nanti biar PSSI, PT LIB, dan Polri yang merumuskan seperti apa. Posisi pemerintah hanya memfasilitasi dan membantu. Pemerintah tidak sampai turut campur, termasuk dalam menentukan jam pertandingan dan sebagainya," katanya.**