REPUBLIK BOBOTOH - Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong mengakui bahwa kondisi fisik anak asuhnya anjlok karena terhentinya kompetisi Liga 1 2022 akibat Tragedi Kanjuruhan.

Untuk memperbaikinya, pelatih asal Korea Selatan ini mempunyai cara dengan menggelar dua kali latihan dan program yang berbeda.

Pada pekan pertama pemusatan latihan yang digelar di Training Ground Bali United, Pantai Purnama, Marc Klok dkk fokus pada latihan penguatan otot dan fisik.

Baca Juga : Hasil Pertandingan Liga 1 Hari Ini: PSM Gusur Madura United dari Puncak Klasemen

"Memang dengan Liga 1 berhenti fisik semua anjlok. Karena itu latihan sekarang (polanya) pagi latihan di gym, sore latihan lari. Jadi sedikit demi sedikit (kondisi pemain) semakin membaik," tutur Shin Tae-yong dikutip dari laman resmi PSSI.

Memasuki pekan kedua, program latihan Timnas Indonesia tidak jauh berbeda dengan pekan sebelumnya. Penguatan otot dan peningkatan fisik masih menjadi fokus utamanya.

"Jadi saya memang sedang berusaha untuk membuat penguatan dasar karena dengan kompetisi berhenti jadi semua pemain hampir sama (kondisinya)," ujar Shi Tae-yong.

Mantan pelatih Timnas Korea Selatan itupun mengakui ada perkembangan positif yang ditunjukan oleh anak asuhnya.

Para pemain pun bisa mengikuti latihan dengan baik meski intensitasnya tinggi.

"Memang latihan seminggu ini intensitasnya sangat tinggi dan program latihan timnas juga berjalan lancar. Para pemain mengikuti latihan dengan baik walaupun intensitasnya tinggi," kata Shin Tae-yong.

TC di Bali ini digelar sebagai persiapan Timnas Indonesia sebelum mentas di Piala AFF 2022. Turnamen sepak bola paling bergengsi di Asia Tenggara itu digelar mulai 20 Desember 2022 sampai 16 Januari 2023.

Baca Juga : Sebut PSSI Harus Dibongkar Total, Erick Thohir Jelaskan Poin-poinnya

Timnas Indonesia tergabung di grup A bersama Thailand, Filipina, Kamboja, dan Brunei Darussalam.**