RBCOM - Gelaran lanjutan pekan keempat Liga Putri Kelompok Usia (KU) 15 dan 18 dalam ajang Hydroplus Soccer League 2025 kembali memanaskan atmosfer kompetisi di lapangan Infini Soegiri, Pusdikpom Cimahi, Bandung.

Sosok legenda sepak bola Indonesia, Nur Alim, yang kini menjabat sebagai Direktur Teknik Putri Patriot Bekasi, menyampaikan apresiasinya terhadap keberlangsungan kompetisi berjenjang ini. Ia menilai bahwa turnamen tersebut mampu membuka ruang besar bagi perkembangan sepak bola putri di Tanah Air.

"Sangat luar biasa ya, saya lihat di sini ada beberapa daerah yang mengadakan Hydroplus, kemarin ada di Jakarta, sekarang Bandung dan Jawa Timur. Ini untuk buat cikal bakal pemain pemain nasional putri," ujarnya.

Baca Juga : Prediksi Susunan Pemain Madura United vs Persib Bandung di Pekan ke-14 Super League 2025/26

Nur Alim menambahkan pentingnya kompetisi usia dini sebagai pondasi regenerasi pemain tim nasional putri.

"Jadi juga sekarang ini kan ada persiapan Timnas Putri juga kan, mungkin ada regenerasi lah, untuk buat berjenjang, ada usianya ada 15 dan 18, yang sekarang kita lihat di Cimahi ini ada yang usia 15 dan 18, jadi sangat bagus buat ke depannya," tambah mantan pemain Persib dan Persija tersebut.

Dukungan terhadap kompetisi ini juga datang dari Manajer Goal Aksis, yang merayakan kemenangan besar timnya 0-6 atas Putri Patriot Bekasi pada pekan keempat. Ia menilai keberadaan liga memberikan arah latihan yang lebih jelas bagi seluruh peserta.

"Oh kalau buat saya ini memang momen yang sangat kita tunggu-tunggu, karena dengan adanya Liga maka otomatis fokus dari kita untuk berlatih, kemudian target untuk berlatih juga jelas gitu dan kita bisa lihat hampir semua tim semua progres ya di setiap minggu itu pasti ada kemajuan karena latihannya jadi lebih intens," paparnya.

Ia menjelaskan bahwa intensitas latihan meningkat signifikan sejak liga berjalan.

"Contoh kalau misalnya kami buat latihan hanya seminggu tiga kali sekarang jadi seminggu 4 kali ditambah class room jadi seminggu 5 kali gitu kan, jadi otomatis anak-anak lebih sering ketemu secara chemistry lebih terbentuk, ya kemampuan individunya pun pasti naik juga jadi yang seperti inilah yang kita harapkan akan terus berjalan moga-moga enggak cuma di 4 kota ini nanti ke depan otomatis dan sepakbola putri harapannya jauh lebih maju," tambahnya.

Baca Juga : Madura United Tantang Persib dengan Pesan Keras dari Presiden Klub

Bagi salah satu pemain muda Goal Aksis, Bilqis Fatimah Azzahra, keikutsertaan dalam liga ini menjadi pengalaman pertama yang sangat berharga. Gelandang berusia 13 tahun itu mengaku bahwa tingkat persaingan cukup ketat, namun hal itu semakin memotivasinya untuk berkembang dan mengejar ambisi menembus tim nasional.

"Ini jadi liga pertama bagi kami, jadi kami sangat antusias untuk ikut liga ini. Yang pastinya lawan berat-berat, yang paling sulit sih (swasco) mojang, karena pemainnya bagus bagus," ujarnya.

"Ya ingin terus berkembang lagi, bisa lebih fokus ke sepak bola, kalau bisa sampai seleknas atau lolos timnas." tutupnya.****