Goal Aksis dan Akademi Persib Bandung Kuasai HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026. (DDY/RBCOM)
RBCOM - Sejarah baru tercipta di arena sepakbola putri HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 resmi melahirkan dua kampiun dari kelompok usia berbeda.
Goal Aksis Cimahi keluar sebagai juara kategori U-15, sedangkan Akademi Persib Bandung memastikan diri menjadi yang terbaik di kelompok U-18.
Laga puncak yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (12/7), menyuguhkan persaingan sengit. Pada final U-15, Goal Aksis Cimahi harus bekerja keras sebelum akhirnya mengangkat trofi setelah menundukkan Cipta Cendikia Football Academy Bogor melalui drama adu penalti.
Keberhasilan tersebut sekaligus menorehkan catatan bersejarah bagi Goal Aksis sebagai tim pertama yang meraih gelar juara U-15 pada penyelenggaraan perdana HYDROPLUS Soccer League All-Stars musim 2025/2026.
Sementara itu, partai final kategori U-18 berlangsung dengan dominasi penuh Akademi Persib Bandung. Menghadapi Putri Garut yang sama-sama berasal dari Jawa Barat, tim asal Kota Bandung tampil efektif dan menutup pertandingan dengan kemenangan telak 5-0 dalam laga berdurasi 2x35 menit.
Hasil tersebut memastikan Akademi Persib Bandung berdiri di podium tertinggi kelompok U-18 sekaligus melengkapi dominasi wakil Jawa Barat pada ajang yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama HYDROPLUS.
Dengan berakhirnya rangkaian pertandingan final, HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 sukses mencatatkan sejarah baru dalam pembinaan sepak bola putri usia muda di Indonesia melalui lahirnya dua juara perdana, yakni Goal Aksis Cimahi di kategori U-15 dan Akademi Persib Bandung di kategori U-18.
Tepisan Elbian Bawa Goal Aksis Raih Kemenangan
Drama adu penalti menjadi momen krusial dalam perebutan gelar juara U-15 HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 yang mempertemukan Goal Aksis dengan Cipta Cendikia FA.
Empat dari lima algojo Goal Aksis yakni Dian Aprilia Pary, Alika Nailah Arkana Oskar, Bilqis Fatimah Az Zahra, dan Amanda Fitriani sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Sementara Cipta Cendekia FA hanya mampu mencetak tiga gol lantaran aksi gemilang penjaga gawang Goal Aksis, Elbian Defika Aryasatya yang berhasil menepis sepakan salah satu algojo Cipta Cendikia. Skor 4-3 di babak tos-tosan itu mengantarkan Goal Aksis ke tangga juara U-15.
Sebelum babak adu penalti bergulir, kedua tim bermain sama kuat hingga tidak ada gol yang tercipta dalam waktu normal. Sejak sepak mula, perebutan ball possession berlangsung ketat di sektor tengah.
Cipta Cendekia FA lebih dulu mengambil inisiatif serangan, sementara Goal Aksis tampil disiplin melakukan transisi bertahan sebelum melancarkan serangan balik.
Saat menguasai bola, Goal Aksis memainkan kombinasi umpan-umpan pendek yang terukur hingga mampu menembus sepertiga akhir lapangan. Namun, rapatnya lini pertahanan Cipta Cendekia FA masih mampu mematahkan setiap ancaman.
Dian Aprilia Pary bersama Bilqis Fatimah Az Zahra, Amanda Fitriani, dan Astrid Nahdah Nabilla beberapa kali membangun kombinasi di lini depan yang memaksa penjaga gawang Cipta Cendekia FA Alliya Khairun Nissa melakukan penyelamatan beruntun.
Cipta Cendekia FA merespons dengan membangun serangan balik, tetapi Goal Aksis mampu melakukan transisi dengan cepat dan kembali meningkatkan tempo permainan melalui distribusi umpan yang akurat.
Jual beli serangan terus tersaji dengan duel perebutan bola yang didominasi di sektor tengah. Tekanan Goal Aksis membuat Cipta Cendekia FA lebih banyak bertahan sambil menunggu celah untuk melakukan serangan.
Peluang terbaik Cipta Cendekia FA hadir pada menit ke-16. Albianca Raula memanfaatkan ruang di sisi kanan sebelum melepaskan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti, namun bola belum menemui sasaran.
Di sisi lain, Goal Aksis terus mengandalkan kecepatan lini depan yang dipadukan dengan long pass dari lini tengah untuk membongkar pertahanan lawan. Meski kedua tim silih berganti menciptakan peluang, disiplin lini belakang masing-masing membuat tak ada gol yang tercipta. Skor kacamata pun masih menghiasi papan skor hingga turun minum.
Memasuki 25 menit kedua, Cipta Cendekia FA mulai menemukan tempo permainan dan tampil lebih nyaman untuk menekan. Goal Aksis tak mengendurkan motivasi untuk terus mengendalikan laju bola dan kembali menjelajah area pertahanan lawan.
Sayangnya, rangkaian set piece yang dibangun dari kombinasi permainan Goal Aksis masih belum mampu diselesaikan dengan finishing yang sempurna.
Ketenangan Cipta Cendekia FA perlahan mampu memukul mundur Goal Aksis hingga lebih banyak bertahan di area kotak terlarang. Meski demikian, Goal Aksis tetap disiplin memotong aliran umpan-umpan Cipta Cendekia FA sehingga sirkulasi bola lawan tak pernah benar-benar mencapai ruang tembak yang ideal.
Jual beli serangan terus tersaji, namun rapatnya pertahanan kedua tim membuat tak ada gol yang tercipta hingga waktu normal berakhir dan berlanjut ke babak adu penalti.
Usai memastikan gelar juara, salah satu algojo Goal Aksis, Bilqis Fatimah Az Zahra, menuturkan gelar juara yang diraih bersama timnya adalah ganjaran kerja keras yang telah dijalani selama satu bulan terakhir.
“Inilah hasil latihan kami pagi dan sore, setiap hari. Kami buktikan hasilnya di panggung nasional ini,” ujar dia.
Lebih dalam, pemain bernomor punggung 10 ini berterima kasih kepada penyelenggara yang telah memberikan wadah untuk mengembangkan kemampuan bagi pesepakbola muda putri.
“Adanya HYDROPLUS Soccer League membantu kami untuk memiliki kesempatan lebih sering bertanding. Dengan sistem kompetisi berbentuk liga, kami bertanding sekali seminggu, sehingga otomatis jam terbang kami bertambah.
Jika minggu ini permainan kami dinilai kurang maksimal kami masih bisa mengevaluasi dan memperbaiki di pekan berikutnya,” kata Bilqis dalam usai melakoni laga menegangkan tersebut.
Adapun, bagi Pelatih Kepala Goal Aksis, Budi Sufarlan, kemenangan ini mengajarkan pada skuad asuhannya untuk bersikap seperti atlet profesional sejak dini, baik saat on site di lapangan maupun tetap disiplin ketika menjalani kehidupan sehari-hari.
Hal ini dilakukan agar atlet tidak kehilangan kemampuan sentuhan bola maupun kondisi fisik serta tetap menjaga motivasi untuk terus berproses menjadi pesepakbola putri handal.
“Saya ingin meyakinkan kepada pemain kami bahwa usaha keras yang dilibatkan dengan doa serta kerja keras pasti akan mendatangkan hasil yang diinginkan. Maknanya, lebih baik bekerja keras dari sekarang dan bersungguh-sungguh agar apa yang kalian impikan dapat tercapai. Layaknya atlet profesional mereka mengisi masa libur dengan tetap aktif. Dan untuk fase berikutnya, kami tidak akan cepat puas atau statis di posisi ini. Kami ingin melampaui limit demi limit hari demi hari dengan peningkatan yang signifikan,” ucap Coach Budi.
Melalui ajang HYDROPLUS Soccer League, Coach Budi menambahkan, para pesepakbola putri belia mendapatkan wadah untuk mengembangkan talentanya dan terpacu dengan competitiveness level yang tinggi.
“Turnamen ini mendongkrak motivasi bagi atlet muda untuk rajin berlatih demi menyambut musim kompetisi. Ajang ini juga menjadi wadah penting karena mengakomodir banyak bakat yang di luar sana jarang terkena sorotan. Bagi para pemain putri di luar sana, mari keluar dari zona nyaman kalian. Sekarang wadah kompetisinya sudah tersedia melalui HYDROPLUS Soccer League. Segera cari tim yang siap menampung bakat hebat kalian,” tandas Coach Budi kemudian.
Akademi Persib Libas Putri Garut 5 Gol Tanpa Balas
Sementara itu, hujan gol terjadi di partai final U-18 HYDROPLUS Soccer League 2025/2026 yang mempertemukan Akademi Persib Bandung dan Putri Garut.
Empat gol untuk Akademi Persib Bandung tercipta di babak pertama lewat kolaborasi apik lini serang mereka, disusul satu gol tambahan yang terjadi di babak kedua yang menggenapkan kemenangan mereka atas lawannya.
Mengusung format 4-3-3, Akademi Persib Bandung memulai pertandingan dengan skema menyerang yang agresif. Putri Garut merespon serangan yang datang dengan menumpuk pemain di lini kedua. Rapat di garis pertahanan, Putri Garut lengah dalam koordinasi menerapkan jebakan offside.
Terbukti, tiga gol pertama Akademi Persib Bandung tercipta dengan skema yang mirip, yakni direct ball Mega Aprilia dari lini tengah yang dimanfaatkan dengan positioning cerdik Sucy Kanya Sholehah untuk mencatatkan hattrick di menit 11, 32 dan 34.
Satu gol tambahan Akademi Persib Bandung tercipta dari kaki Nasywa Salsabila Fatah di menit 37 mengoptimalkan perjuangan Athaya Nur Kansya menyisir sisi kanan pertahanan lawan sebelum melepaskan umpan tarik ke muka gawang.
Unggul nyaman saat jeda istirahat, Akademi Persib Bandung tak mengendur setelah peluit awal babak kedua dibunyikan. Sementara itu, belajar dari kesalahan di babak pertama, Putri Garut turun ke lapangan dengan kedisiplinan yang lebih baik di lini belakang.
Peluang pertama Akademi Persib Bandung di babak kedua hadir dari Nasywa Salsabila Fatah yang mendapat bola terobosan dari Zahra Nafisa Dwi Agustin. Sayang, tembakannya masih melambung ke atas gawang.
Gagal di percobaan sebelumnya, Nasywa membayar tuntas kelalaian mengeksekusi peluang dengan menambah gol untuk Akademi Persib Bandung di menit 55.
Mendapat umpan Auliah Arifah, pemain bernomor punggung 8 itu mengukir namanya di papan skor dengan cara melambungkan bola melewati Alwiwie Sunanto, kiper Putri Garut yang terlanjur maju untuk menutup ruang gerak. Skor 5-0 bertahan sampai peluit akhir dibunyikan.
Kapten Tim Akademi Persib Bandung, Gadhiza Asnanza menilai kemenangan ini sebagai hadiah manis atas perjuangan tim yang mau terus berkembang selama kompetisi berlangsung.
Sempat menerima kekalahan di laga awal babak penyisihan, pemain bernomor 1 itu bersyukur tekad yang keras untuk mengeluarkan kemampuan terbaik untuk mengharumkan sepakbola putri Bandung ke kancah nasional bisa terwujud dengan podium tertinggi di ajang HYDROPLUS Soccer League 2025/2026.
"Pastinya saya bangga dengan tim, karena mereka tidak menyerah di awal. Yang juara itu dilihat dari siapa yang mau berlari (bekerja lebih keras). Jadi kami walaupun di awal sempat kalah dari Arema, akhirnya bisa membuktikan untuk menjadi sang juara. Gelar ini saya persembahkan untuk orang tua saya dan tim U-18 ini. Ini juga akan menjadi last dance saya di kategori U-18 karena tahun depan usia saya sudah naik. Jadi ini juga saya dedikasikan untuk junior saya Akademi Persib Bandung agar mereka melanjutkan perjuangan ke depannya,” ungkap sang kiper.
Adapun, Pelatih Kepala Akademi Persib Bandung, Dian Nadia Mutiara memandang lebih luas gelar juara di HYDROPLUS Soccer League 2025/2026 sebagai kemenangan sepak bola wanita yang sudah mendapat jalan untuk terus berkembang lebih baik.
Selain menumbuhkan banyak bibit muda berbakat, turnamen ini juga menjadi tempat menempa mental yang baik untuk para srikandi muda yang ingin meretas asa menjadi pesepakbola wanita profesional di masa mendatang.
“Untuk kompetisi ini, baik di regional maupun nasional, yang kami jalani sampai sekarang itu memberikan kontribusi yang sangat positif sekali untuk kemajuan dan kemampuan pemain dalam meningkatkan skill mereka. Sebab, kami memiliki wadah kompetisi yang rutin dan itu sangat berpengaruh baik bagi pelatih maupun pemain. Bagi pelatih, kami dituntut untuk terus berpikir, beradaptasi dengan taktik tim lawan, serta mengevaluasi kekurangan tim di latihan," Coach Dian menjabarkan.
"Sedangkan dari sisi pemain, mereka termotivasi untuk giat berlatih karena ingin mendapatkan menit bermain di kompetisi, terutama untuk seri nasional ini. Hari ini kita bisa melihat kemampuan mereka yang sangat bagus dan merata, tidak ada ketimpangan kualitas yang mencolok. Dan saya rasa itu semua berkat adanya liga regional yang bergulir di daerah masing-masing,” lanjutnya.
Tingkatkan Prestasi, Gerakkan Sport Tourism
Penyelenggaraan HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 mendapat apresiasi hangat dari Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris.
Pasalnya, kompetisi sepakbola putri yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini, tidak hanya menyasar pengembangan kemampuan atlet, namun juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat Kudus selaras dengan visi sports tourism yang sedang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus.
“Selamat kepada seluruh pemenang HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 yang telah berjuang keras hingga mampu menjejakkan kaki di podium tertinggi. Mewakili masyarakat Kabupaten Kudus, kami berterimakasih kepada Bakti Olahraga Djarum Foundation dan HYDROPLUS yang telah menyelenggarakan turnamen level nasional ini." kata Sam’ani.
"Kami percaya sepakbola putri bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Terlebih Kabupaten Kudus menjadi pusat pengembangan sepakbola putri yang selaras dengan visi untuk mendorong sport tourism. Tak hanya itu, ajang ini juga mendongkrak potensi ekonomi kerakyatan melalui UMKM yang ikut terlibat dan mendukung di seluruh lini penyelenggaraan,” sambungnya.
Di sisi lain, Direktur PT Savoria Kreasi Rasa selaku produsen HYDROPLUS, Didiet Fadriana Abdulkadir mengapresiasi para pesepakbola putri muda yang telah berjuang dan mengeluarkan kemampuan terbaik di lapangan. Menurutnya, kompetisi ini merupakan bukti mulai berkembangnya sepakbola putri Indonesia.
"Sepak bola putri kini semakin mendapatkan tempat di hati masyarakat. Kami melihat ada potensi yang sangat besar pada talenta-talenta muda pesepak bola putri kita. Melalui turnamen-turnamen yang kami gulirkan ini, kami ingin membantu mewujudkan harapan masyarakat Indonesia agar kelak kita memiliki tim nasional putri yang tangguh dan mampu berbicara banyak di kancah internasional,” ujar Didiet.
Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin mengatakan penyelenggaraan HYDROPLUS Soccer League dan juga MilkLife Soccer Challenge secara berkesinambungan merupakan komitmen nyata terhadap perkembangan ekosistem sepakbola putri Tanah Air.
Ia berharap, semakin banyak bakat-bakat bermunculan demi kejayaan sepakbola putri Indonesia di panggung dunia.
“Kami akan terus mengawal kompetisi berjenjang ini agar jalur pembinaan atlet nasional kita tidak terputus. Bahkan, kami juga memperluas kota-kota penyelenggaraan sehingga ekosistem sepakbola putri ini semakin meluas dan merata di seluruh Indonesia. Kami tidak akan mundur dalam memajukan sepak bola putri Indonesia," Yoppy menegaskan.
Pesepakbola Putri Berbakat Melaju ke Srikandi Merdeka Cup
Sementara itu, dari tribun penonton, sejak awal penyelenggaraan HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 Pelatih Timnas U-16 Putri Timo Scheunemann tak henti memantau kemampuan para peserta.
Bersama Coach Takumi Taniguchi dan Coach Jacksen F Tiago, mereka menyaring pemain berbakat guna memperkuat dua skuad Timnas Putri U-16 dalam ajang Srikandi Merdeka Cup pada bulan Agustus mendatang.
“Kami secara detail melihat kriteria pemain lewat beberapa pertandingan. Ini menyangkut nasib dan masa depan, jadi kami ingin objektif dan adil kepada semua pemain. Kami melihat beberapa aspek seperti kemampuan positioning, game intelligence saat mengambil keputusan, aspek fisik dan atletisme benar-benar kami perhatikan. Ini adalah tim kelompok umur, bukan Timnas senior, sehingga proses pematangan individu pemain adalah hal yang paling utama,” urai pria yang telah mendapatkan lisensi kepelatihan UEFA A sejak tahun 2007 tersebut.
Pada Srikandi Merdeka Cup, mereka akan menantang enam negara Asia yakni Thailand, Singapura, Arab Saudi, Malaysia, Filipina dan Jordania.
“Tidak hanya bertanding dan berjuang meraih gelar juara, tapi Srikandi Merdeka Cup juga menjadi ajang talent scouting untuk kualifikasi Piala Asia Wanita AFC U-17 2026, Oktober mendatang,” tutur Coach Timo.
Daftar pemenang HYDROPLUS Soccer League All-Stars U-15:
Champion : Goal Aksis Cimahi
Runner-up : Cipta Cendikia FA Bogor
Semifinalis : Mojang Priangan Ciamis dan Arema FC Women Malang
Best Goal Keeper : Elbian Defika Aryasatya - Goal Aksis Cimahi
Best Player : Ayla Dva Khala Ahisma - Cipta Cendikia FA Bogor
Top Scorer : Nafeeza Ayasha Nori - Mojang Priangan Ciamis (4 gol)
Daftar pemenang HYDROPLUS Soccer League All-Stars U-18:
Champion : Akademi Persib Bandung
Runner-up : Putri Garut
Semifinalis : Putri JP Jakarta dan Arema FC Women Malang
Best Goal Keeper : Gadhiza Asnanza - Akademi Persib Bandung
Best Player : Oedaija O’shea Sharinah - Arema FC Women Malang
Top Scorer : Zahra Nafisa Dwi Agustin - Akademi Persib Bandung (3 gol)
Sucy Kanaya Sholehah - Akademi Persib Bandung (3 gol) .***