RB.COM,- Universitas Bina Nusantara (BINUS) Jakarta, keluar sebagai kampiun Campus League Badminton Regional Bandung kategori beregu. Pada babak final yang berlangsung di GOR KONI Bandung, Jln.Jakarta Bandung, Jumat (18/09/2026) Binus menjadi juara setelah mengalahkan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dengan skor 2-1 (45-55, 55-44,55-53). Sementara Universitas Budi Luhur Jakarta menempati peringkat tiga usai menang atas Universitas Gunadarma Depok yang juga menjalani rubber set, 55-44, 46-55, 55-38.
CEO Campus League, Ryan Gozali menyambut hangat keseruan Campus League Badminton Regional Bandung kemudian memprediksi The Nationals yang diselenggarakan pekan depan, 21 hingga 25 September 2026 di tempat yang sama, akan jauh lebih sengit.
"Persiapan untuk The Nationals sudah matang. Performa para student-athlete di tingkat regional bagus semua. Bandung menarik karena di kategori individu juaranya beragam tak hanya dari Bandung, sementara kategori beregu justru tidak ada perwakilan Bandung yang menjadi semifinalis. Kita lihat saja keseruan The Nationals seperti apa, saya yakin coach dan student-athlete mulai berstrategi karena sudah melihat lawan-lawan mereka nanti seperti apa,"ujar Ryan kepada awak media dalam sesi jumpa pers.
Ryan menjelaskan, Campus League akan jadi turnamen tahunan. Ke depan, Campus League akan merangkul lebih banyak kampus di berbagai wilayah di Pulau Jawa. Bersama Campus League, budaya bulutangkis di kalangan mahasiswa mulai dibentuk.
"Karena ini Campus League tahun pertama, ini fase pembentukan (budaya bulutangkis) dan kompetisi student-athlete. Saya percaya, jika konsisten menjalankan, kampus-kampus akan lebih aware dan tahun depan lebih banyak peserta. Kami sudah berjalan di Semarang dan Bandung. Mungkin, tahun depan bisa merangkul Jakarta, Surabaya, dan kota lainnya," tambahnya.
Sekertaris Jenderal PB PBSI, Ricky Subagja yang hadir dan menyaksikan langsung laga final beregu Campus League Badminton Regional Bandung mengagumi performa student athlete yang diperlihatkan para setiap pemain. Melihat semangat dan perjuangan para mahasiswa saat bertanding di GOR KONI Bandung pun membangkitkan kenangan indah saat dirinya masih menjadi atlet bulutangkis.
"Yang pertama, GOR Bandung tempat bersejarah karena saat muda saya juga berlatih badminton di sini. Kedua, beberapa match saya menonton. Luar biasa performa para student-athlete. Mereka memanfaatkan kesempatan ini. Jatuh bangun di lapangan, semangat, dan motivasi mereka tinggi. Poin 55, kekompakan tim kampus terlihat, ini sangat baik untuk student-athlete menunjukkan skill terbaik mereka," katanya.
Disebutkan Ricky, PB PBSI mendukung adanya Campus League Badminton karena lewat ajang ini mahasiswa bisa menunjukkan kemampuannya. Pihaknya, lanjut Ricky, turut mendukung rencana jangka panjang Campus League sebagai turnamen tahunan.
Menurutnya, ajang ini bisa menjadi wadah untuk menyemai bibit-bibit atlet bulutangkis Indonesia di masa mendatang. Hal tersebut dimulai dari kiprah para student-athlete dalam adu tanding sembari mempertinggi jam terbang di lapangan.
"Dengan adanya Campus League, pertama, turnamen ini akan jadi ajang yang ditunggu-tunggu. Kedua, persiapan para student-athlete ke depan akan makin baik dengan latihan intens. Campus League adalah wadah mereka untuk berkembang,” urai Ricky lalu menyorot perjuangan panjang para student-athlete demi menggenggam gelar juara liga kampus.
Di babak final kategori beregu, drama tiga babak dimulai dengan nomor tunggal putri. Aura Ihza Aulia (BINUS) kalah telak meladeni Laili Dwiyanti Nur Rohmah (UNJ) dengan skor akhir 4-11. Lalu, gim pertama berakhir dengan kemenangan UNJ, 55-45. Memasuki gim kedua, Aulia membalik keadaan. Rohmah dipaksa menyerah dengan skor ketat 11-10. Ini memotivasi rekan-rekan Aulia hingga berakhir dengan nilai 55-44 untuk kemenangan BINUS. Genta pertarungan makin nyaring di gim ketiga, dengan diwarnai aksi saling menyamakan kedudukan berkali-kali di tiap pertandingan.
Pada gim pamungkas, Rohmah melancarkan perlawanan sengit dan menyamakan skor dari 8-8, 9-9, 10-10, hingga akhirnya Aulia menang tipis 11-10. Menyusul kemudian, tunggal putra BINUS, Jovan Sammy Sukardi menjamu Ray Mutaqqin. Skor sama terjadi berkali-kali dari 12-12, 13-13, 14-14, 15-15. Ray sekali lagi “membersamai” Jovan dengan 20-20, lalu mengakui gemilang performa rival setelah kalah 20-22. Jovan keluar lapangan dengan senyum lebar.
Sejurus kemudian, genderang duel tunggal putra ditabuh. Steven Setiawan/Jonathan Sutanto (BINUS) meladeni Demorza Naafi/Ray Mutaqqin (UNJ). Tiga kali terjadi skor setara yakni 24-24, 31-31, 32-32, kubu BINUS mengakhiri duel dengan nilai akhir 33-32.
Habis-habisan kata yang pas untuk menggambarkan partai keempat, yang mempertemukan ganda campuran Jonathan Sutanto/Veren Irvana Daula (BINUS) dan utusan UNJ, Demorza Naafi/Citra M. Surono. Tujuh kali UNJ menyamai skor BINUS dari 33 sampai 38.
Di menit-menit akhir, tim UNJ makin intens melawan hingga skor bisa sama 43-43. BINUS lalu menutup babak ini dengan kemenangan yang lagi-lagi tipis, 44-43. Pada partai terakhir, reli-reli panjang mewarnai pertandingan ganda putri, Feodora Hisanah/Veren Irvana Daula (BINUS) menghadapi Antonia H Haganingrum/Citra M. Surono (UNJ). Sempat membayangi Feodora/Veren dengan poin kembar 48-48, 49-49, lalu 50-50, perlahan duta ganda putri UNJ tertinggal. Permainan berakhir dengan poin akhir 55-53 untuk kejayaan BINUS.
Pelatih BINUS, Haryadi Abu, mengaku bersyukur dengan keberhasilan anak asuhnya itu, mengingat target awal mereka hanya lolos ke The Nationals. Haryadi mengatakan dikompetisi beregu yang menerapkan poin 55 dengan 11 skor di tiap pertandingan membuat pemainnya harus menghadapi sejumlah tantangan. Durasi tiap partai lebih ringkas membuatnya harus matang dalam berstrategi menata konfigurasi pemain.
"Lebih pendek dan instan. Strategi kami, yang pasti setelah selesai bertanding, langsung recovery. Istirahat cukup, makan cukup, dan dijaga. Tantangan lain, dengan skor atau poin 11 adalah kontinuitas. Untungnya, pemain bisa diganti. Tantangan berikutnya, jaga semangat di The Nationals," Haryadi memaparkan.
Senada dengan pelatih, Kapten Tim BINUS, Jonathan Sutanto menggarisbawahi timnya sejak awal siap untuk pertandingan poin 55. "Jelas lelah, tapi melihat dari sisi terang, durasi tandingnya lebih pendek jika dibandingkan dengan kompetisi per partai. Karena turun untuk sektor ganda putra dan ganda campuran, tugas terbesar saya menjaga stamina serta fokus selama bertanding," ucap Jonathan.
Para pemenang Regional Bandung dan Semarang siap berlaga di Campus League Badminton The Nationals yang akan diselenggarakan di GOR KONI Bandung Jawa Barat, mulai 21 sampai 25 September 2026. Untuk kategori individu, masing-masing delapan pemain / pasangan / triple terbaik yang melaju ke The Nationals. Sementara kategori beregu, empat tim semifinalis yang akan berlaga.
Dari Regional Bandung, keempat tim tersebut adalah Universitas Bina Nusantara Jakarta, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Budi Luhur Jakarta, dan Universitas Gunadarma. Sementara perwakilan Semarang ialah Universitas Islam Indonesia (UII) sebagai juara, diikuti oleh Universitas Negeri Semarang (UNNES), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA).
Daftar Juara Campus League Badminton Regional Bandung - Kategori Beregu
Winner : Universitas Bina Nusantara Jakarta
Runner-up : Universitas Negeri Jakarta
3rd Place : Universitas Budi Luhur Jakarta
Daftar Juara Campus League Badminton Regional Bandung - Kategori Individu
Tunggal Putra
Winner : Nopriansyah Adi Gunawan - Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Bekasi
Runner-up : Muhammad Bagus Suyarto - Universitas Budi Luhur Jakarta
3rd Place : Triyugo Frediqke Sunandar Hidayat - Universitas Trisakti Jakarta
Tunggal Putri
Winner : Maria Veronica Ngadien Prawesti - Universitas Padjadjaran
Runner-up : Alya Zafira - Universitas Gunadarma
3rd Place : Novia Nurzaharani - Universitas Komputer Indonesia
Ganda Putra
Winner : Fajar Putra Setiawan/Ridho Ma’sum Firdaus - Universitas Komputer Indonesia
Runner-up : Gilang Pramunantio/Miftah Ilman Khatami - Universitas Trisakti Jakarta
3rd Place : Agagis/Hegi Argian Ginanjar - Universitas Pendidikan Indonesia
Ganda Putri
Winner : Alya Ardelia/Shofi Aprilia Argyanti - Universitas Budi Luhur Jakarta
Runner-up : Aura Zalfa Syafiya/Shafa Alya Ramadhani - Universitas Gunadarma Depok
3rd Place : Citra Murdiningrum Surono/Antonia Hasna Haganingrum - Universitas Negeri Jakarta
Ganda Campuran
Winner : Muhammad Halim As Sidiq/Citra Murdiningrum Surono - Universitas Negeri Jakarta
Runner-up : Khaddhaffy Allrhenandhy/Alya Ardelia - Universitas Budi Luhur
3rd Place : Deandra Ikhsan Gunawan/Agnia Sri Rahayu - STKIP Pasundan
3v3
Winner : Agnia Sri Rahayu/Rangga Arda Rheta/Deandra Ikhsan Gunawan - STKIP Pasundan Cimahi
Runner-up : Alya Zafira/Muhammad Irsya Mubarok/Ardha Tanu Widarma - Universitas Gunadarma
3rd Place : Zacki Arbiansyah Supriatna/Magfira Kusumalani/Abdul Rafi Ats Tsaqif - Universitas Pendidikan Indonesia