Pengalaman Menegangkan Agung Pribadi di Stadion Siliwangi Sampai Berdoa di Tengah Lapang

Pengalaman Menegangkan Agung Pribadi di Stadion Siliwangi Sampai Berdoa di Tengah Lapang Mantan pemain Persib, M. Agung Pribadi. (Instagram Agung Pribadi/@novannavon)

REPUBLIKBOBOTOH - Mantan pemain Persib, M. Agung Pribadi sempat merasakan hal yang menegangkan saat Persib U-21 berhasil mengalahkan Persebaya U-21 di Semifinal ISL U-21 2010. Menurutnya banyak hal unik saat berlaga di Stadion Siliwangi pada tanggal 13 Mei 2010 tersebut.

Salah satu hal uniknya ialah saat Agung gagal menjadi eksekutor bola penalti pada menit 76. Tak hanya sekali, Agung mengatakan kegagalan tersebut dilakukannya sebanyak dua kali.


"2004 pas pelatihnya Pak Mustika Hadi. Ada banyak ada Agung, Asep Jaelani, Riki Magrib, Rizky Bagja, paroho deui da seeur ti UNI,"

Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)


"ISL U-21 pinalti gak masuk mah. Pas semi final lawan Persebaya anu juara di Siliwangi, hujan gede, lapang ledok, menit 80-an pas pinalti teh kan akhir Agung memang eksekutor,"

Saat itu pertandingan berjalan dengan tensi tinggi ditambah kondisi cuaca hujan dan lapang pun menjadi becek. Sehingga saat Agung hendak menendang penalti, pemain lainnya berusaha membersihkan lapangan dari genangan lumpur dan air.

"Lapang ledok ada genangan dan ku barudak teh disiukan jadi legok. Basa eta teh Dias (Angga), Munadi yang bersihin lapangan,"

Agung menjelaskan sebenarnya Munadi lah yang menjadi algojo tendangan penalti. Akan tetapi Munadi menyerahkan ke Agung lantaran sebelumnya ia juga gagal mengeksekusi bola penalti.

Agung merasa percaya diri saat hendak menendang bola penalti. Bahkan saat itu, ia sudah membayangkan namanya akan menjadi headline di seluruh media karena berhasil menyelamatkan Persib U-21 dari kekalahan.

Sayangnya rasa percaya diri yang berlebih membawa petaka bagi Agung dan Persib U-21. Saat itu bola sepakan Agung harus membentur mistar gawang padahal kiper Persebaya sudah terkecoh ke arah berlawanan..

"Tapi feeling mah masuk da kiper udah ketipu tapi emang Agung kurang tau, pedah terlalu pede udah yakin. Udah mikir di berita itu besok Agung,"

"Katipu kiper teh tapi bola ke mistar, aduh. Tapi pemain yang lain keliatan gak ada yang ngambek. Tapi gak tau tah kalau hasil akhirnya kalah, mereun loba nu ambek, untung we,"

Peluit tanda berakhirnya pertandingan di waktu normal akhirnya dibunyikan wasit dengan kedudukan imbang 1-1 dan dialnjutkan ke babak tambahan. Di 2x15 menit, tak ada gol yang bersarang di dua gawang, sehingga babak adu penalti menjadi penentu tim yang akan lolos ke babak Grand Final ISL U-21 2010.

Saat babak penalti, Agung kembali mendapat mandat untuk menjadi eksekutor penalti oleh pelatih Persib U-21, Mustika Hadi. Agung sempat keberatan, akan tetapi Mustika memaksa dan terus memberikan motivasi.

"Sama Pak Mustika disuruh nendang lagi, saya merasa keberatan tapi kan kejadian eta cepet pisan jadi ditunjuk lagi sama pelatih. Pak Mustika minta pede, Agung juga minta gak mau pertama dan yang ke terakhir, jadi nendang ke 3 atau 4 lah,"

Di babak adu penalti, kejadian serupa terjadi seperti di menit 76. Agung kembali gagal mengeksekusi bola penalti. Lebih parahnya, penendang keenam saat itu, Tatan Kurnia juga gagal mengeksekusi bola penalti.

Beruntungnya Persib U-21 memiliki Rizky Bagja yang berhasil menepis 3 sepakan pemain Persebaya yakni, Hariyanto, Fajar Setiawan, dan Lasalde de Conceicao.

Di algojo terakhir, Rendi Saputra berhasil menggetarkan jala Persebaya U-21 sekaligus menjadi penentu kemenangan Persib atas Persebaya U-21.

"Tah eta teh nu ka 4 teu masuk oge, Agung ge teu masuk. Terakhir we si Rendi Saputra masuk. Penentu na mah si Bagja. Bisa maca (penalti) si eta mah," tambahnya.

Hal unik lainnya di adu penalti, Agung mengaku sempat berjanji kepada Dudi Sunardi untuk memberikan uang sebasar 200 ribu rupiah secara cuma-cuma apabila Persib berhasil menang.

"Tapi aya nu bodor ka si Oteng (Dudi Sunardi) teh, 'Teng lamun ieu nepi ka meunang, ku aing maneh dibere 200 ribu. Pas saya di tengah lapang itu ngadoa we. Geus ngabayangkeun lamun eleh teh geus we ku barudak pasti,"

"Agung kan masuk gak masuk, terus ngimong ke si Oteng, pas pinalti dari Surabaya teu asup oge. Haduh, Alhamdulillah ka gigir oge ka si Oteng,"

"Nah pas terakhir penentu Persebaya, Lasalde de Conceicao, gak masuk oge. Pas lihat Rendi, Rendi bilang, geus cun ieu mah juara. Apekte bemer si Bagja nahan bola penalti 3. Langsung pas malem na dibere 200 ribu ka si Oteng," tuntasnya. (Raffy Faraz Ramadhan)

https://www.youtube.com/watch?v=pO40AbHi7SE

Follow Berita Republik Bobotoh di Google News

Editor: Helmi M Permana

Piksi

Berita Terkini