Ferdinand Sinaga Blak-blakan Soal Dua Kesalahan Fatalnya di Sepak Bola

Ferdinand Sinaga Blak-blakan Soal Dua Kesalahan Fatalnya di Sepak Bola Ferdinand Sinaga. (MO Persib)

REPUBLIK BOBOTOH - Pemain PSM Makassar, Ferdinand Sinaga mengaku memiliki dua kesalahan terbesar dalam karirnya sebagai pesepakbola.

Sebuah kejadian yang disesalkan Ferdinand terjadi pada tahun 2017 dan 2014 silam.

Dalam kanal YouTube Sport77, ia mengatakan kesalahan pertama adalah saat memukul Ivan Carlos. Saat itu tim yang dibelanya tengah menghadapi Persela.

BACA JUGA: 4 Tanda Hubungan Percintaan Akan Hancur atau Putus, Perhatikan Nomor 3 Sering Diabaikan!


Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)


Padahal saat itu, Ferdinand baru saja masuk sebagai pemain pengganti dan langsung diganjar kartu merah oleh wasit.

Sedangkan kesalahan kedua terjadi saat Ferdinand membela Timnas Indonesia kontra ASEAN All Stars di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.

Ia merasa aksi tidak terpujinya itu membuat namanya tercoreng di dunia maya.

"Kesalahan terbesar saya ada dua, pernah pukul kawan dan manjat pagar, waktu di GBK. Kalau search di google nama Ferdinand Sinaga yang muncul duluan manjat pagar, bukan gol nya dulu," kata Ferdinand.

Sebenarnya aksi yang dilakukan Ferdinan bukan tanpa sebab. Ia menilai hujatan yang dilontarkan oknum suporter Jakmania sangat melukai perasaannya.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, bahwa hubungan suporter Persib dan Persija memang kurang harmonis. Dampak tersebut terbawa saat Ferdinand tampil membela Indonesia yang berlaga di GBK.

Bukan hanya kalimat kotor saja, ia mengaku keluarganya juga menjadi bahan cacian oknum suporter tersebut. Padahal ia saat itu membela lambang Garuda di dada, bukan membela tim Persib.

"Karena tahu lah rival tapi bukan klub dan klub yang main tapi saya di situ aku lagi bela tinmnas, tapi ada klub rival yang ada di sana, jadi ada yang teriak, kata-kata kotor, bawa-bawa orang tua," tambahnya.

Baca Juga: Terungkap Motif Pelaku Vandalisme Tembok Babakan Siliwangi: 1 Ditangkap Polisi, 1 Lagi Masih DPO

Ia sebenarnya tak mempermasalahkan adanya cacian untuk dirinya sendiri. Namun kesabarannya habis saat keluarganya, jadi sasaran oknum suporter rival untuk jadi bahan hujatan.

"Aku sebenarnya kalau diteriaki bahasa kotor gak marah, tapi cuma kalau sudah bawa keluarga beda, pasti aku kejar. Kalian boleh maki maki aku di sini tapi jangan kau maki-maki keluarganya," tuntasnya.**

Follow Berita Republik Bobotoh di Google News

Penulis: Raffy Faraz | Editor: Helmi M Permana

Piksi

Berita Terkini