Liga 4: Lakukan Pelanggaran Brutal, Hilmi Gimnastiar Dipecat Klub dan Terancam Hukuman Seumur Hidup

Liga 4: Lakukan Pelanggaran Brutal, Hilmi Gimnastiar Dipecat Klub dan Terancam Hukuman Seumur Hidup Momen saat pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Hilmi Gimnastiar melakukan pelanggaran brutal kepada pemain Perseta Tulungagung, Firman Nugraha di laga 32 besar Liga 4 zona Jawa Timur.

RBCOM - Muhammad Hilmi Gimnastiar menjadi perhatian karena pelanggaran brutal yang dilakukannya di laga PS Putra Jaya Pasuruan vs Perseta Tulungagung pada babak 32 besar Liga 4 zona Jawa Timur.

Hilmi Gimnastiar melakukan pelanggaran keras kepada pemain Perseta, Firman Nugraha dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, Madura.

Pemain berusia 20 tahun itu, melakukan terjangan keras hingga kakinya telak mengenai dada Firman dan tersungkur. Firman kemudian ditandu keluar lapangan dan cukup beruntung karena tidak mengalami luka serius.

Baca Juga : Bobotoh Kaitkan Kegagalan Persib Menang Atas Persik dengan Jersey Kuning, Benarkah tidak Membawa Keberuntungan?

Putra Jaya kemudian mengambil tindakan tegas dengan memecat Hilmi Gimnastiar karena pelanggaran yang dilakukannya sudah melewati batas.

Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)


"Karena tindakannya yang tidak sesuai dengan dengan asas sepak bola, yaitu fair play dan menyalahi aturan koridor aturan sepak bola dengan melakukan tindakan kasar kepada lawan," tulis pernyataan manajemen PS Putra Jaya Pasuruan.

"Kami selaku pengurus PS Putra Jaya juga meminta maaf kepada semua pihak atas perbuatan pemain kami terutama khususnya kepada tim Perseta 1970." tulis PS Putra Jaya.

Baca Juga : Kecewa Kepemimpinan Wasit saat Hadapi Persik, Persib Akan Ajukan Surat Protes

Karier Hilmi di sepak bola juga berpotensi berakhir karena terancam dijatuhi sanksi seumur hidup. Hal itu disampaikan oleh Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI, Umar Husin.

"Demi melindungi olahraga, khususnya sepak bola dan atlet. Terkait kejadian tersebut kami rasa harus dihukum seberat-beratnya, seperti larangan beraktivitas sepakbola seumur hidup," kata Umar Husin dalam keterangan tertulis yang diterima Republikbobotoh.com, Selasa, 6 Januari 2026.****

TONTON VIDEONYA DI YOUTUBE RBCOM TV

Follow Berita Republik Bobotoh di Google News

Penulis: Tim Republik Bobotoh | Editor: M Taufik

Piksi

Berita Terkini