REPUBLIK BOBOTOH - Pelatih Persik Kediri, Javier Roca menolak mengomentari kepemimpinan wasit Dwi Purba sata menghadapi Persib Bandung.

Dalam pertandingan tersebut, Persik kalah 0-1 dan harus kehilangan satu pemainnya, Septian Bagaskara setelah diganjar kartu merah di menit 88 setelah mendapat kartu kuning kedua.

Septian diberi kartu merah tidak langsung setelah melakukan gerakan memukul kepada bek Persib, Ardi Idrus.

Selain diusirnya Septian Bagaskara, momen lain yang membuat Persik meradang adalah ketika mereka merasa bek Persib, Nick Kuipers melakukan handball.

"Soal wasit saya gak mau komenyar, kalau kita menang, gak pernah saya komentari kalau kita kalah. Dia manusia dan punya keluarga," ujar Javier Roca seusai pertandingan, Minggu 12 Desember 2021.

"Dia punya cermin di rumah, jadi dia harus jawab atas diri sendiri, soal komentar kalau benar atau tidak buka saya tidak harus koemntari, soal aplause itu buat pemain kita yang berjuang maksimal malam ini," katanya.

Pelatih asal Chili itu, lebih menyoroti dua hal yang menurutnya menjadi kesalahan tim hingga berujung kekalahan dari Persib yakni terlambat panas dan kurang konsentrasi.

Javier Roca juga melihat cara bermain Persib setelah unggul yang cenderung bertahan dan bermain rapat, juga cukup memengaruhi hasil akhir.

"Itu benar mungkin kurang panas dan kurang konsentrasi, kita juga itu gak bisa dapat solusi atas problem yang didapat Persib untuk mereka rapat," ujarnya.

"Kita tak dapat ruang lebih jelas buat maksimalkan. Persib masukin satu gol, (kita) gak masukin gol, simpel seperti itu," katanya.

Javier Roca pun menegaskan, dia tak mau menyalahkan para pemain, termasuk kiper Dikri Yusron yang melakuka kesalahan hingga membuat Frets Butuan memaksimalkan bola liar yang gagal dikuasainya.

"Selalu kalau lawan bikin gol, bukan 11 pemain tapi 25 pemain yang mendorong cetak gol. Yang pertama saya bikin kesalahan lalu pemain, habis itu semua komponnen, semua tim," tegasnya.

"Bukan tanggung jawab satu pemain tapi semua, gol memang di babak pertama kita salah buang, kita mungkin kurang pressing, susah crossing, itu bukan satu aksi saja tapi itu salah kita semua," tuntasnya.**