REPUBLIK BOBOTOH - Lebih dari 50 pemain terpapar Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini membuat masa depan kompetisi Liga 1 2021/2022 terancam karena penularan sesama pemain cukup cepat dan semakin meluas.

Ada banyak solusi yang disampaikan para pecinta sepak bola dengan meningkatnya angka penularan Covid-19 di lingkungan sepak bola. Selain menunda, ada pula yang memberi usulan untuk memindahkan lokasi bertanding di sisa seri 4.

Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru, Sudjarno menegaskan bahwa pihaknya belum memikirkan untuk menunda atau memindahkan lokasi bertanding dari Bali. Pasalnya PT LIB selalu melakukan evaluasi dari pertandingan ke pertandingan, bukan dari seri ke seri.

"Sampai saat ini kami bicara terkait dengan match per match, pertandingan per pertanidngan, kita masih bicara juga terkait kompetisi secara penuh kami jalankan. sehingga apakah ada penundaan seri keempat seperti ini, kami sampaikan kami sekarang kami lakukan evaluasi tiap pertandingan per pertandingan," ujar Sudjarno dalam sesi jumpa pers, Rabu, 2 Februari 2022.

BACA JUGA: Viral di Twitter, Pacaran 5 Tahun Dijadikan Ratu, Menikah 5 Bulan Disakiti Lahir Batinnya

BACA JUGA: Wargi Bandung, Jangan Ragu Hubungi 112 saat Terjadi Situasi Gawat Darurat

Sudjarno melanjutkan, PT LIB juga tak tutup telinga terkait usulan yang disampaikan banyak pihak. Pasalnya ia meyakini usulan tersebut merupakan salah satu upaya pecinta sepak bola dalam menjadikan sepak bola Indonesia lebih baik.

Meski belum terpikirkan untuk menunda kompetisi, Sudjarno menambahkan PT LIB akan menitikberatkan fokus terhadap pemutusan mata rantai penularan di sepak bola. Sehingga sepak bola Indonesia benar-benar bersih dari penularan Covid-19.

"Kalau ada usulan dari beberapa pihak atau masukan yang sangat baik untuk kita pertimbangkan, oleh karena itu sambil berjalan match yang kita laksanakan ini, walau ada penundaan match ada penundaan, itu jadi bagian bagi kita untuk mempertimbangkan apakah misalnya penundaan seri empat, kami tidak ke arah sana, tapi kami sedang menyelesaikan untuk memutus mata rantai penyebaran covid di klub ini," tambahnya.

Ia juga akan menyampaikan kepada setiap tim untuk lebih peduli dan memperketat protokol kesehatan. Termasuk membatasi ruang gerak pemain agar tetap berada di area tim dan tidak berinteraksi dengan pihak luar selain awak dalam tim.

"Sehingga klub ini betul betul clear, salah satu caranya adalah dengan memperketat skema kita sampaikan, semi bubble, dan kami terapkan pada klub full bubble untuk akomodasinya agar mencegah penyebaran covid di klub. sampai sekarang kita belum ada rencana untuk penghentian seri keempat ini, kita terus berjalan, pertandingan yang masih on schedule dan memenuhi syarat akan tetap kami lakukan, ini juga bagian dari regulasi yang kita rencanakan," tambahnya.

"Dengan banyaknya positif rate di bali, itu sama saja dengan kita berusaha memutus mata rantai di dalam klub sendiri jadi kenaikan itu kita tidak memberikan kontribusi pada kenaikan itu. komitmen klub kami minta untuk sama-sama mencegah covid dan menerapkan prokes ketat, tidak ada rencana untuk pindahdari bali, kita cari solusinya sama sama sehingga kita bisa selesaikan liga 1 ini di Bali," tuntasnya.**