REPUBLIK BOBOTOH - Puasa tahun ini memang dirasa berbeda bagi para pesepakbola profesional muslim di Indonesia. Pasalnya Ramadan kali ini semua pesepakbola muslim dapat menjalankan puasa dengan tenang, tanpa memikirkan kompetisi.

Biasanya, Ramadan selalu bertepatan di pertengahan kompetisi Liga 1. Sehingga tak sedikit para pemain sepak bola muslim harus terganggu dalam menjalankan ibadahnya, karena harus bertanding di malam hari.

Penjaga gawang Persib, Aqil Savik mengaku bersyukur kompetisi Liga 1 telah usai saat menjelang bulan Ramadan. Dengan demikian ibadahnya bisa dilakukan secara maksimal sekaligus bisa lebih dekat dengan keluarga.

Baca Juga: Analisis Transfer Persib Menurut Yusuf Bachtiar: Rachmat Irianto Bisa Memberi Manfaat Besar, Ini Alasannya

"Puasa tahun ini full tanpa pertandingan mungkin bagi Aqil pribadi bisa dimanfaatkan untuk lebih dekat dengan keluarga di rumah, untuk bisa memanfaatkan momen puasa," kata Aqil Savik pada Kamis, 7 April 2022.

Dalam beberapa musim ke belakang, Aqil Savik mengakui bahwa ibadahnya di bulan Ramadan sangatlah berat akibat gelaran kompetisi dan panggilan Timnas. Sehingga di musim lalu, Aqil Savik harus menjalani ibadah puasa jauh dari keluarga karena mendapat panggilan Timnas untuk menjalani pemusatan latihan di Dubai.

"Karena tahun kemarin di awal puasa ada Piala Menpora jadi jauh dengan keluarga dari awal sampai pertengahan puasa. Dan jelang 3 hari ada pemanggilan Timnas ke Dubai dan puasa tahun kemarin sangat berat karena jauh dari keluarga dari munggahan sampai lebaran. Mungkin sekarang lebih dimanfaatkan ya untungnya, Alhamdulillah," imbuh Aqil Savik.

Baca Juga: Bocoran Pemain Asing yang Bakal Didatangkan Persib

Disinggung rutinitasnya saat berada di rumah, Aqil Savik mengaku tetap menjalankan tugasnya sebagai pesepakbola profesional untuk menjaga kebugaran. Hanya saja, ia selalu melahap program latihan mandirinya di sore menjelamg buka atau malam hari setelah berbuka puasa.

"Dan rutinitas puasa tentunya masalah latihan pasti Aqil jaga ya, mungkin setiap sore, atau malam setelah buka," tuntas Aqil Savik.**