Analisis Transfer Persib Menurut Yusuf Bachtiar: Rachmat Irianto Bisa Memberi Manfaat Besar, Ini Alasannya

Analisis Transfer Persib Menurut Yusuf Bachtiar: Rachmat Irianto Bisa Memberi Manfaat Besar, Ini Alasannya ilustrasi Ricky Kambuaya dan Rachmat Irianto. (MO Persib)

REPUBLIK BOBOTOH - Legenda Persib Bandung, Yusuf Bachtiar mendukung perekrutan Ricky Kambuaya dan Rachmat Irianto. Baginya pembelian kedua pemain sebagai transfer 'cerdas' Maung Bandung menyambut Liga 1 musim 2022-2023.

Menurut Yusuf, Persib memang membutuhkan pemain gelandang dengan karakter penyeimbang seperti dimiliki Ricky Kambuaya dan Rachmat Irianto.

Seperti Rachmat Irianto, menurut Yusuf, didatangkan karena Persib tak memiliki pemain gelandang yang bisa bertahan dengan baik.

Meski posisi 'naturalnya' adalah bek, tetapi dalam perkembangannya pemain yang akrab disapa Rian itu, terlihat lebih nyetel di posisi gelandang bertahan.

BACA JUGA: Masa Depan Mohammed Rashid di Persib Belum Jelas, Apa yang Terjadi?


Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)


BACA JUGA: Bocoran Pemain Asing yang Bakal Didatangkan Persib

Karenanya menurut Yusuf, Persib bisa memperoleh manfaat besar dari kehadiran putra legenda Persebaya, Bejo Sugiantoro itu, apalagi usianya masih cukup muda. Termasuk Ricky Kambuaya dar

"Kalau saya setuju dengan dua pemain itu (pembelian Ricky Kambuaya dan Rachmat Irianto). Memang di Persib kemarin (Liga 1 musim 2021-2022), tidak punya karakter seperti itu," kata Yusuf dalam program Piriwit Biru yang tayang di channel YouTube, REPUBLIKBOBOTOHTV, Rabu 6 April 2022.

"Irianto di gelandang bertahan cukup mobile lah, dia seimbang. Dia menjaga keseimbangan (tim saat bertahan dan menyerang). Sedangkan Kambuaya dia punya skill individu yang bagus," kata Yusuf menambahkan.

Di Liga 1 musim 2021-2022, Marc Klok dan Mohammed Rashid yang kerap dipasang sebagai duet gelandang tengah, sering kedodoran ketika tim dalam posisi transisi dari menyerang ke bertahan.

Dibandingkan Rashid, Klok lebih sering 'dipaksakan' turun ke bawah untuk membantu pertahanan, padahal menurut Yusuf, Klok idealnya tidak difungsikan seperti itu.

Salah satu indikator yang menunjukkan Klok sering menjalankan fungsi sebagai gelandang bertahan adalah dari banyaknya kartu kuning yang diterima pemain naturalisasi berdarah Belanda itu.

Di lain sisi, Rashid bisa dibilang kemampuannya cenderung lebih baik untuk membantu serangan, tetapi kurang kokoh ketika harus membantu pertahanan.

Begitu pun di barisan gelandang lokal, di mata Yusuf, tidak ada yang benar-benar punya kemampuan sebagai penjaga keseimbangan.

"Kemarin di kaca mata saya tida ada di posisi itu (gelandang penyeimbang). Di posisi itu, kan ada Dedi (Kusnandar). Dedi kan sekarang mulai agak-agak menurun," kata Yusuf.**

Follow Berita Republik Bobotoh di Google News

Penulis: Taufik | Editor: M Taufik

Piksi

Berita Terkini