REPUBLIK BOBOTOH - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar menilai skema pengamanan berlapis yang akan diterapkan di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung sudah dirancang dengan sebaik mungkin.

Hal itu dilakukan agar menciptakan lingkungan area pertandingan yang tertib dan nyaman.

Dalam penerapan pengamanan berlapis, Umuh menjelaskan nantinya setiap Bobotoh bertiket akan mendapatkan akses secara baik.


Baca Juga: Respons Komisaris Persib Setelah GBLA Dapat Atensi Khusus dari Menpora dan Ketua Umum PSSI

Berbeda dengan oknum suporter yang nekat menerobos barisan pengamanan, yang mana suporter tersebut tidak akan diperkenankan masuk ke ring selanjutnya.

Scaning Bobotoh pemilik tiket juga nantinya akan dilakukan 3 kali dengan melewati 3 lapis yakni ring 1 di sekitar gedebage, ring 2 saat masuk gerbang stadion, dan ring 3 di pintu masuk menuju tribun.

Setelah melewati 3 tahapan tersebut, nantinya barkode tiket gelang tersebut langsung tidak aktif karena pemiliknya sudah di dalam stadion.


Baca Juga: Bakal Dikelola Persib Selama 30 Tahun, Manajemen Akan Buat Kejutan di GBLA

"Jadi begini begitu masuk ke ring 3 saja sudah tercover, dari ring 3, sekarang ke ring 2 nah yang masuk ke ring 2 udah betul-betul punya tiket dan dua kali scan. Nanti di ring 1 scan lagi, kalau udah gitu scaning mati, nah tidak akan berlaku lagi. Saya juga berdoa lah," ujar pria Umuh kepada awak media pada Jumat, 22 Juli 2022 di Stadion GBLA.

Umuh juga meminta kerjasama kepada Bobotoh untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab atas dirinya sendiri.

Sehingga siapapun pihak yang tak memiliki tiket untuk tidak usah datang ke stadion GBLA, cukup menyaksikan lewat layar lebar atau televisi di rumah masing-masing.

"Bukan gak nyaah ke Persib tapi bodoh saja, sangat bodoh. Ini kan 38.000 ini udah cukup, lebih dari cukup. Semua harus saling menghormati, harus saling menjaga, ya karena kita juga hormat kepada Bobotoh demi kenyamanan semua." tutupnya.**