REPUBLIK BOBOTOH - Pelatih Persib Bandung, Luis Milla menyampaikan dukacita yang mendalam atas tragedi di Stadion Kanjuruhan saat laga Arema versus Persebaya pada Sabtu malam, 1 Oktober 2022.

Luis Milla sangat bersedih dan berbelasungakawa kepada para korban dan keluarga serta kerabat yang ditinggalkan.

Peristiwa memilukan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, kata Luis Milla, merupaka duka bagi dunia sepak bola.

Baca Juga : Update Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan, 17 di Antaranya Anak-anak

"Sepak bola Indonesia sedang berduka. Saya ingin menyampaikan rasa duka cita yang sangat dalam untuk tragedi ini," kata Luis Milla dikutip dari website Persib, Minggu 2 Oktober 2022.

"Untuk keluarga dan kerabat yang ditinggalkan semoga kalian tetap diberikan kekuatan," kata pelatih asal Spanyol itu menambahkan.

"Saya tentu sangat bersedih atas tragedi ini. Saya berharap ini semua menjadi peristiwa terakhir yang terjadi di sepak bola Indonesia," ungkap Luis Milla.

Hingga Minggu siang, 2 Oktober 2022, jumlah korban meninggal dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan sebanyak 180 orang, sementara 191 orang lain masih dirawat di rumah sakit.

Baca Juga : Liga 1 Ditunda Sementara, Begini Kata Komisaris PT PBB Umuh Muchtar

Dari 180 korban meninggal, 25 di antaranya belum teridentifikasi. "Sebanyak 25 jenazah masih belum teridentifiksai," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo.

Wiyanto mengungkapkan, mayoritas korban meninggal akibat terinjak-injak karena panik saat kericuhan pecah hingga petugas menembakan gas air mata.

"(Meninggal) akibat terinjak-injak. Memang sesak napas karena terinjak-injak," ungkap Wiyanto.**