REPUBLIK BOBOTOH - Pengurus PSSI menolak rekomendasi Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan, yang dibentuk langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebelumnya TGIPF merekomendasikan pengurus untuk mundur sebagai bentuk tanggung jawab secara moral atas tragedi di Stadion Kanjuruhan yang merenggut banyak korban jiwa dan selalu tidak berlindung di bawah hukum normatif.

Sebelumnya anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Ahmad Riyadh, menyatakan rekomendasi dari TGIPF hanya usulan yang sifatnya tidak memaksa untuk dilaksanakan dan pihaknya memilih berpegang pada aturan.

"Desakan mundur kan itu hanya rekomendasi. Itu usulan. Keputusan ya ada di aturan," kata Riyadh di Mapolda Jatim dikutip dari laman CNN Indonesia.

Baca Juga : Ini 3 Wasit Wanita yang Akan Ukir Sejarah di Piala Dunia 2022

Soal Kongres Luar Biasa (KLB) pun ditegaskan Riyadh hanya bisa terwujud jika anggota meminta.

Merespons pernyataan Ahmad Riyadh, CEO Persis Solo, Kaesang Pangarep melontarkan sindiran melalui akunnya di media sosial Twitter.

"Pak, izin tolong mengajari kami untuk meminta KLB. Maaf, kami anak baru di dunia sepak bola. Apakah kami perlu mengirim surat resmi menggunakan kop surat perusahaan kepada PSSI?" tulis Kaesang.

Diketahui, anggota PSSI yang punya hak suara atau sebagai voter saat kongres tahunan PSSI pada 2022 berjumlah 87.

Terdiri dari 34 Asosiasi Provinsi (Asprov), 18 klub Liga 1, 16 tim Liga 2, 16 tim Liga 3, Federasi Futsal Indonesia, dan Asosiasi Sepak Bola Wanita Indonesia, dan Asosiasi Pelatih Sepak Bola Indonesia.

"Tapi, apa kami yang cuma satu voter ini sudah cukup?" imbuh Kaesang melanjutkan cuitannya kepada PSSI.

Baca Juga : Debut Mohammed Rashid Bersama Klub Barunya Tertunda

Lain lagi dengan respons Presiden klub Madura United, Achsanul Qosasi, yang justru mememinta publik sepak bola menghormati pilihan pengurus PSSI yang enggan mundur. Achsanul Qosasi pun tidak setuju dengan digelarnya Kongres Luar Biasa (KLB).

"Saya tidak marah sama PSSI. Sama sekali artinya tidak punya kepentingan personal pada kepengurusan PSSI dibawah nahkoda Iwan Bule (sapaan akrab Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan)," ujarnya dikutip dari Bola.com, Jumat 21 Oktober 2022.

Achsanul Qosasi justru menyoroti acara fun football yang melibatkan pengurus PSSI dan FIFA. Dia juga menyalahkan FIFA yang disebut sebagai inisiator acara fun football yang kemudian banyak menuai kecaman.

"Saya bereaksi terhadap FIFA ketika Presiden Gianni Infantino dan rombongan 'mengajak' PSSI bermain fun football, seperti yang dijelaskan Sekjen PSSI, Yunus Nusi," jelasnya

"Ini soal rasa, rasa empati, ketika duka masih menyungkup Malang dan sepak bola Indonesia," tegas pria yang akrab disapa AQ tersebut.**