REPUBLIK BOBOTOH - Terkait belum jelasnya kelanjutan kompetisi Liga 1 musim 2022-2023, Persib Bandung masih bertahan pada klausul kontrak yang sebelumnya disepakati dengan para pemain maupun jajaran pelatih.

Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Teddy Tjahjono, memastikan manajemen belum melakukan revisi kontrak seperti dilakukan klub lain untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk terkait kelanjutan kompetisi Liga 1.

"Kalau kami belum melakukan revisi kontrak pemain. Kami masih menunggu kepastian dulu Liga seperti apa kelanjutannya," jelas Teddy dikutip dari Bola.com.

Teddy menegaskan, Persib menghindari keputusan yang sifatnya spekulasi dan memilih untuk menunggu situasi ke depan.

"Kami tunggu saja dulu, daripada berspekulasi, lebih baik kami tunggu saja dulu kepastiannya," lanjut Teddy.

Baca Juga : Galeri24 Beri Penghargaan Kepada 2 Tokoh Sepak Bola Jawa Barat

Terlebih sambung Teddy Tjahjono, akan ada pertemuan manajemen seluruh klub dengan PSSI untuk membahas masa depan kompetisi.

"Mudah-mudahan saja dari pertemuan nanti ada kepastian," harap Teddy.

Teddy mengakui, terhentinya kompetisi membuat Persib kesulitan membuat perencanaan untuk persiapan laga lanjutan Liga 1 2022/2023.

Persib sendiri saat ini masih diliburkan dari rutinitas latihan bersama dan dijadwalkan kembali berlatih bersama pada 31 Oktober 2022 mendatang.

"Bagi kami sulit sekali membuat perencanaan dan program latihan. Jadi harapan kami agar segera ada kepastian kapan liga bisa dimulai kembali," tambah Teddy Tjahjono.

Baca Juga : Seto Ungkap Rencana PSS di Tengah Kelanjutan Kompetisi yang Belum Jelas

Sebelumnya manajemen Madura United FC melakukan langkah untuk mencegah permasalahan kontrak di tengah masa depan kompetisi Liga 1 yang belum jelas.

Klub berjuluk Laskar Sape Kerrab itu, melakukan adendum atau penambahan klausul dalam kontrak seluruh anggota dalam skuad mereka, baik pemain maupun pelatih.

"Ketidakjelasan kompetisi membuat pemain dan sponsor mengalami kekhawatiran. Kami dalam lima hari ini mengajak bicara pemain, pelatih, sponsor dan mendiskusikan sejumlah skenario agar mereka memiliki kepastian hukum, atas kepastian hak dan kewajiban." tulis akun Instagram Madura United.

"Alhamdulillah, semua pemain setuju, pelatih tak keberatan, sponsor memberikan dispensasi dan pemahaman. Semua bersedia berkorban, kami sepakati sejumlah skenario jika kompetisi lanjut, tunda dan atau batal, semua kami bicarakan dan sepakati dalam satu adendum perjanjian kontrak."

Baca Juga : Persib Rayakan Sumpah Pemuda dengan Cara Berbeda

"Terima kasih kepada semua pemain dan pelatih atas pengertian dan empati yang diberikan, melalui pengorbanan hak yang berkurang. Semoga hal ini cepat selesai dan kompetisi bisa kembali diputar."

Kompetisi sepak bola, baik Liga 1, Liga 2 dan Liga 3, disetop sementara imbas dari tragedi di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022, yang merenggut banyak korban jiwa.

Meski PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) menjadwalkan kompetisi akan kembali bergulir pada akhir November 2022, sampai sekarang tidak ada jaminan akan terlaksana sesuai rencana.**