REPUBLIK BOBOTOH - Ketajaman duet bomber Brasil milik Persib Bandung, David da Silva dan Ciro Alves sudah tak perlu diragukan lagi. Sepanjang kompetisi Liga 1 musim 2022/2023, duet Brasil itu sudah menyumbangkan 34 gol atau David da Silva sebanyak 24 gol dan Ciro Alves 10 gol.

Torehan ini membuat keduanya menjadi pemain yang paling sering berkontribusi dari 54 gol yang dicetak Persib pada musim ini. Bahkan torehan tersebut melebihi setengah persentase gol Persib di musim 2022/2023.

Meski torehan tersebut sangat gemilang, hal tersebut harus tetap ditingkatkan. Menurut salah seorang mantan penyerang Persib Bandung, Zaenal Arief, duet asal Brasil tersebut harus memiliki sosok pesaing yang mampu tampil sama baiknya.

Baca Juga : Persib Dirumorkan Rekrut Full Back Bhayangkara FC, Begini Reaksi Mantan

Dengan pesaing yang kualitasnya baik, Zaenal Arief menyebutkan persaingan untuk mendapatkan tempat di skuad utama akan semakin sengit. Sehingga, hal itu membuat setiap penyerang ingin menunjukan penampilan terbaiknya di setiap pertandingan.

"Kalau menurut saya harus ada pesaing ketika dua pemain itu sudah bisa dibaca sama lawan nah ini yang harus berbicara," ujar eks penyerang Persita Tangerang itu di program Persib Aing spesial edisi ke-100 yang disiarkan melalui YouTube REPUBLIKBOBOTOH TV.

"Tergantung kuotanya kalau cukup ya asing lagi saja. Kalau lokal bisa menyesuaikan dan bisa seimbang dengan dua striker Brasil ini, itu akan lebih baik," ungkapnya.

Disinggung sosok yang pas untuk menjadi pesaing Ciro dan DDS, pria yang akrab disapa Abo itu memiliki dua nama. Dua pemain tersebut ialah penyerang langganan Timnas Indonesia, yakni Dimas Drajad dan Ramadan Sananta.

Baca Juga : Bobotoh Heran yang Terjadi pada Ricky Kambuaya

"Kalau melihat kompetisi yang sekarang ada sosok striker dari Persikabo dan PSM. Saya sempat menaruh harapan kepada keduanya bahwa inilah striker lokal yang bisa menjadi tulang punggung timnas di masa yang akan datang, Dimas Drajad dan Ramadhan Sananta," tambahnya.

Khusus Ramadan Sananta, Abo menilai penyerang milik PSM Makassar itu memiliki kualitas dan prospek jangka panjang. Hanya saja di usianya yang tergolong muda, Ramadan harus memperhatikan segala hal mengenai karirnya karena Ramadan memiliki peluang besar menjadi tulang punggung lini depan Indonesia di masa mendatang.

"Terkhusus Ramadan, saya lihat punya kecepatan luar biasa, usia muda, masih berapi-api, dan saya pikir ini anak kalau bisa menjaga kualitas, dalam artian latihan dan menjaga kualitas permainan, apalagi bisa diambil Persib," tutupnya.**