REPUBLIKBOBOTOH.COM - Salah seorang pengurus IPI GS, Taufik Faturohman tak mengerti dengan jalan pemikiran para petinggi PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) yang bersikukuh mengubah hari jadi Persib.

Bagi Taufik, perubahan hari jadi Persib faktanya malah membuat gaduh publik sepak bola Bandung yang sudah mengenal Persib lahir di 14 Maret 1933.

Taufik menjelaskan bahwa perubahan hari jadi yang ditetapkan Persib menyesatkan publik sepak bola Bandung karena hanya mengandalkan potongan berita di salah satu harian cetak. Padahal 36 persatuan sepak bola (PS) yang sempat mengurus Persib sudah memiliki bukti otentik secara turun temurun.

Baca Juga : Prediksi Susunan Pemain Persib saat Hadapi Persikabo 1973 Malam Ini

"Ya, kalau ada pihak yang bersikukuh merubah tanggal lahir Persib dari 14 Maret 1933 ke 5 Januari 1919 saya kira itu tidak berdasar. Karena yang dijadikan acuan mereka dari koran, sedangkan kami dari data authentic yang diturunkan dari pengurus terdahulu sampai sekarang, buka Taufik kepada awak media.

Taufik menambahkan bawah bukti pengesahan hari lahir Persib juga sudah ditetapkan di Kementerian Hukum dan HAM serta statuta PSSI. Sehingga secara kesimpulan, Persib yang dipegang PT PBB tak bisa semena-mena untuk mengubah yang seharusnya tidak diubah.

"Jadi secara organisasi sesuai dengan keputusan kementerian kehakiman bahwa Persib itu berdiri tanggal 14 Maret 1933 tepatnya di Bandung namanya Persib Bandung. Jadi tiga item itu tidak bisa dirubah, dulu ada wacana kan Persib mau dipindahkan ke Purwakarta dan tidak bisa," ujar Taufik.

Baca Juga : Link Siaran Langsung Liga 1: Persikabo vs Persib Bandung

Ia pun mewakili 36 PS mengingatkan agar PT PBB bisa mengkaji ulang akan dampak yang terjadi setelah perubahan hari jadi ditetapkan. Ditambah lagi kata Taufik, PT PBB juga seharusnya sadar bahwa Persib bukanlah sepenuhnya milik perusahaan karena ada dukungan dari masyarakat banyak di belakangnya.

"Silahkan saja mereka bersikukuh untuk merubah tanggal lahir Persib, tapi kami punya data-data authentic dan kami siap bertarung sampai ke pengadilan. Karena Persib ini bukan milik kami, bukan milik PT PBB, tapi milik masyarakat Jawa Barat," tutup Taufik.**