Dari Kota Silat untuk Persib Berdaulat

Dari Kota Silat untuk Persib Berdaulat Viking Madiun (Istimewa)

REPUBLIKBOBOTOH - Awalnya tak terfikirkan untuk mendirikan komunitas, tapi pada akhirnya Viking Madiun berdiri pada tanggal 12 Mei 2012 lalu. Cukup unik saat ketua Viking Madiun berbagi cerita tentang komunitasnya berdiri.

Ferry Febrianto kepada REPUBLIKBOBOTOH.COM mengatakan, ada peran masyarakan sekitar dan The Mad Mania saat berdirinya Viking Madiun. Menurutnya warga sekitar dan suporter Madiun Putra FC menerima baik keberadaan Bobotoh di Kota Pesilat tersebut.


Lambat laun Viking Madiun berdiri untuk mewadahi Bobotoh Persib yang berada di Madiun dan sekitarnya.

Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)


"Sebenarnya tidak ada niatan kami untuk mendirikan sebuah organisasi, karena lambat laun organisasi ini di respon baik di masyarakat sekitar dan (The Mad Mania) Suporter MPFC (Madiun Putra FC),"

"Sehingga kami sepakat untuk membuah wadah khusus bagi mereka yang menyukai Persib Bandung," ucap Ferry pada Kamis (2/1/20) sore.

Banyak agenda yang kerap dilaksanakan oleh seluruh anggota Viking Madiun. Salah satunya komunitas ini sering mengadakan Kopdar rutin setiap tanggal 20.

"tiap bulan kita adakan kopdar rutin pada tanggal 20,"

Saat ini, acara ngumpul rutin dibuat berbeda oleh komunitas yang sudah memliki banyak anggoya tersebut. Tempatnya pun berpindah pindah demi menjangkau beberapa anggota yang jarak tempuhnya cukup jauh.

"Untuk ngumpul itu kita pindah-pindah tempat ya, kadang di halaman Stadion Wilis, Madiun, kadang di warung, bahkan kita sedang menjalankan kopdar di rumah setiap anggota," imbuhnya.

Lokasi sekertariatnya Viking Madiun sendiri berada di Jl.Sultan Agung, Winongo, Manguharjo, kota Madiun (ZERO CLOTH). Bagi Bobotoh yang ingin gabung dengan Viking Madiun caranya mudah sekali.

"Ikut nobar aja sama kami selama 3x dan kalau bisa ikuti semua kegiatan viking Madiun , tidak hanya nobar melainkan kopdar juga biar saling mengenal satu sama lain," tutur pria berusia 23 tahun itu.

Komunitas yang memiliki ritual melakukan chants saat Persib meraih poin itu juga punya slogan, yakni Dari Kota Silat Untuk Persib Berdaulat. Ferry mengatakan Madiun tak hanya dikenal dengan kotanya pecel saja, melainkan kota para pesilat.

"Slogan kita 'Dari Kota Silat Untuk Persib Berdaulat'. Karena di Madiun sendiri di kenal bukan hanya pecel nya tapi juga silat nya karena Madiun adalah kampung pesilat dan pendiri "Viking Madiun" juga banyak yg ikut perguruan silat yg ada di kota Madiun ini," tuntasnya.

Follow Berita Republik Bobotoh di Google News

Editor: Daddy

Piksi

Berita Terkini