Sempat Dikecam gara-gara Fun Football, Gianni Infantino Akhiri Kunjungan ke Indonesia

Sempat Dikecam gara-gara Fun Football, Gianni Infantino Akhiri Kunjungan ke Indonesia Presiden FIFA, Gianni Infantino dan Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan. (PSSI)

REPUBLIK BOBOTOH - Presiden FIFA Gianni Infantino mengakhiri kunjungan ke Indonesia pada Kamis 20 Oktober 2022. Gianni Infantino datang untuk menindaklanjuti niat Indonesia melakukan reformasi dan transformasi sepak bola.

Pada awal kunjungannya, Gianni Infantino bertemu Presiden RI Joko Widodo (Jokowi). Kedatangan Gianni Infantino ke Indonesia menumbuhkan harapan kelak sepak bola Indonesia bisa lebih baik.

Gianni Infantino datang ke Indonesia membawa staf ahli FIFA yang akan berkantor sementara di Indonesia dalam rangka perbaikan tata kelola sepak bola nasional.

Baca Juga : Ternyata Ini Alasan Luis Milla Beri Peran Lebih kepada Manu

"Terima kasih kepada presiden Jokowi atas dukungannya, PSSI akan lanjutkan transformasi sepak bola Indonesia melalui Satuan Tugas," ungkap Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan dikutip dari website PSSI, Kamis 20 Oktober 2022.


Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)


"Hari ini saya bersama Menteri BUMN Bapak Erick Thohir mengantar Presiden FIFA ke Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Jakarta. Rombongan FIFA akan menuju Auckland, Selandia Baru. Kami bersama dengan FIFA dan pemerintah tentu ingin melihat ke depan. Kami ingin melihat sepak bola kembali berjalan dengan keceriaan,” kata Iriawan.

Selain bertemu dengan Presiden Jokowi dan pengurus PSSI, Gianni Infantino juga sempat mengikuti kegiatan fun football dengan pengurus dan karyawan PSSI di Stadion Madya, Senayan.

Baca Juga : Eks Persib Akui Kekompakan Dewa United Jadi Modal Selama Penundaan Kompetisi

Tetapi kegiatan itu, kemudian menuai kritikan keras dari sejumlah pihak, karena dinilai melukai di tengah suasana yang masih berduka akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022 yang merenggut banyak korban jiwa.

Salah satunya adalah anggota Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan, Akmal Marhali, yang menilai kegiatan tersebut menunjukkan tak ada sense of crises dan sense of responsibility terhadap tragedi kemanusiaan di Stadion Kanjuruhan.**

TONTON VIDEONYA DI YOUTUBE RBCOM TV

Follow Berita Republik Bobotoh di Google News

Penulis: Taufik | Editor: M Taufik

Piksi

Berita Terkini