REPUBLIK BOBOTOH - Insiden maut di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung bukan soal hilangnya nyawa dua orang Bobotoh.

Banyak kejadian yang dapat merugikan orang banyak, seperti halnya muncul puluhan cerawat, pecahnya pintu kaca menuju Royal Box, kerusakan pagar, hingga hilangnya sejumlah kendaraan.

Banyaknya insiden di Stadion GBLA tentu menjadi bahan pertimbangan banyak pihak untuk memberikan rekomendasi penggunaan venue.

Baca Juga : Video Lengkap Kesaksian Bobotoh saat Peristiwa Kericuhan di GBLA yang Menewaskan 2 Orang

Bahkan banyak Bobotoh menduga insiden ini setidaknya akan berdampak terhadap venue kandang Persib di Liga 1.

General Coordinator Panpel Persib, Budi Bram Rachman mengaku kurang mengetahui dampak yang akan terjadi terhadap gelaran Liga 1, nanti. Pasalnya ia saat ini masih berkonsentrasi untuk menyelesaikan tugasnya di gelaran Piala Presiden.

Namun ia tetap berharap Persib masih bisa menunjuk salah satu venue di Bandung untuk di Liga 1 nanti. Sehingga keinginan manajemen dan pihak keamanan bisa mendapatkan titik temu, demi menggelar pertandingan Persib.

"Saya kurang tahu, ya. Ini, kan masih proses, ya. Mudah-mudahan keinginan manajemen juga singkron dengan menjadi pihak keamanan," kata Budi Bram Rachman pada Selasa, 22 Juni 2022.

Kendati demikian, pria yang akrab disapa Om Bram itu menambahkan, apabila nantinya gelaran sepak bola masih bisa digelar di Bandung, maka akan ada perubahan besar-besaran dari struktur organisasi Panpel. Nantinya perombakan tersebut akan dilakukan manajemen, guna meningkatkan kinerja Panpel Persib.

Baca Juga : Manajemen Persib Belum Menggubris Tuntutan Bobotoh, Begini Reaksi Keras Founder Frontline Boys Club

"Ya pasti akan ada evaluasi besar-besaran. kita bakal ada perombakan baik itu dari struktur organisasi di panpel maupun biar nanti manajemen yang akan memutuskan," tutupnya.**