REPUBLIK BOBOTOH - Korban tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, bertambah. Sehingga berdasarkan data Polri, total menjadi 132 orang meninggal dalam peristiwa memilukan yang terjadi pada 1 Oktober 2022.

Korban meninggal ke-132 atas nama Helen Prisela, yang merupakan mahasiswi kebidanan dan sebelumnya mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.

Helen Prisela meninggal dunia pada Selasa 11 Oktober 2022. Sementara lima orang korban tragedi di Kanjuruhan kondisinya masih kritis dan dirawat di ruang ICU RSSA Malang.

Baca Juga : Menpora Pikirkan Nasib Klub di Tengah Terhentinya Kompetisi

Dikutip dari Merdeka.com, dari lima orang korban tragedi Kanjuruhan yang kondisinya kritis, tiga di antaranya masih harus menggunakan alat bantu pernapasan.

Para korban yang kondisinya masih kritis dalam kondisi beragam, di antaranya mengalami luka (trauma) di paru-paru, otak, patah tulang dan lain-lain.

"Dua pasien akan mendapatkan tindakan pembedahan, tapi masih harus menunggu kondisinya stabil," kata dr. Ari Zainul Fatoni, Dokter Spesialis Bedah ICU RSSA Malang, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 12 Oktober 2022

Wakil Direktur Pelayanan RSSA Malang, Syaifullah Asmiragani mengatakan, total pasien korban tragedi di Kanjuruhan yang dirawat saat ini sebanyak 10 orang. Lima dirawat di ICU dan lima di HCU (High Care Unit).

Baca Juga : Termasuk 3 Pemain Persib, Ini Daftar Skuad Timnas U-20 yang Diboyong ke Eropa

"Korban termasuk empat anak-anak, dua anak dirawat di ICU dan dua anak dirawat HCU," tegasnya.

Saifullah menambahkan, satu pasien kondisinya membaik bahkan sudah beberapa kali pembedahan dan pembersihan luka. Anak berusia 10 tahun itu masih menunggu kondisinya membaik untuk operasi tandur alih kulit di pahanya.

"Termasuk Satu yang dirawat pahanya tadi," tegasnya.**