REPUBLIK BOBOTOH - Pelatih Persib Bandung, Luis Milla Aspas menilai peluang Persib Bandung untuk menjadi juara di musim ini cukup terbuka lebar.

Menurut Luis Milla Aspas, perbedaan 1 poin dengan PSM sebagai pemuncak klasemen sementara Liga 1 2022/2023 membuat Persib tetap terjaga di jalur juara.

Namun Luis Milla merasa ada masalah yang akan dihadapi timnya jelang menatap putaran kedua Liga 1 2022/2023, nanti. Persib Bandung hampir dipastikan tak bisa menggunakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung dan akan pindah homebase ke Stadion Wibawa Mukti, Bekasi.

Luis Milla menjelaskan, sulit bagi Persib untuk menggunakan Stadion GBLA sebagai homebase putaran kedua Liga 1 musim ini. Pasalnya Stadion berkapasitas 38.000 kursi itu akan dijadikan sebagai sarana pendukung gelaran Piala Dunia U-20.

Baca Juga : Persib vs Persija Mengingatkan Luis Milla dengan El Clasico Barcelona vs Real Madrid

Dengan berpindahnya homebase Persib di putaran kedua, tentu ini bukan hanya menyulitkan timnya saja, juga bobotoh. Pasalnya, bobotoh khususnya di Kota Bandung harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendukung tim kebanggaannya.

"Menurut saya itu sudah jelas, idealnya kami bisa bermain di Stadion ini (GBLA). Tapi karena situasinya tidak memungkinkan maka kami harus bermain di Bekasi dan itu masalah bagi kami. Karena situasi dan atmosfernya akan berbeda," ujarnya.

"Sudah pasti bobotoh dan orang-orang yang ingin menonton kami tentunya lebih mudah datang ke Stadion ini daripada ke Bekasi. Akan lebih sulit bagi bobotoh untuk datang ke Bekasi," ujar eks punggawa FC Barcelona itu dalam sesi jumpa pers usai pertandingan kontra Persija.

Baca Juga : Luis Milla: Persib Layak untuk Meraih Kemenangan

Luis Milla mengatakan, sebenarnya Persib sangat menginginkan timnya bermain di Stadion GBLA selama putaran kedua dan didukung para bobotoh. Namun hal itu sepertinya sulit direalisasikan, dan Persib harus sesegera mungkin mencari alternatif lain dengan mencari homebase baru.

Meski demikian, pria asal Spanyol itu tetap yakin para punggawa Persib bisa mengatasi masalah tersebut dengan baik. Apalagi Persib sudah cukup berpengalaman bermain di luar Bandung, ketika menjalani kompetisi dengan format gelembung dan terpusat.

"Kami sudah punya pengalaman memainkan laga dengan sistem bubble tanpa ditonton suporter, pemain butuh dorongan motivasi dan ambisi dari suporter dan sebenarnya kami ingin terus bermain di sini. Tentu akan menjadi masalah jika kami bermain di Bekasi. Tapi situasinya sekarang seperti ini," tutupnya.**