Suasana GBLA jelang laga Persib vs Persikabo sore ini. (Raffy Faraz/Republikbobotoh.com)
RBCOM - Konser Sheila On 7 'Tunggu Aku Di' Bandung terancam batal digelar karena Persib Bandung tak memberi izin kepada SO7 untuk menghibur Sheila Gank di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Saat ini, Persib sudah resmi ditunjuk menjadi pengelola stadion berkapasitas 38.000 kursi tersebut. Hanya saja Persib ingin menggunakan Stadion GBLA sebagaimana mestinya untuk menunjang aktifitas tim.
Salah satu promotor konser Sheila On 7, PositiVibe Communication akhirnya buka suara terkait konser 'Tunggu Aku Di' Bandung yang terancam batal.
Baca Juga : Sheila On 7 Tak Dapat Restu Gunakan Stadion GBLA, Promotor Konser Buka Suara
PositiVibe Communication dalam pernyataan resminya menjelaskan bahwa seluruh promotor masih berkoordinasi demi mewujudkan hasrat Sheila Gank untuk menyaksikan Sheila On 7 di Bandung.
Berikut pernyataan resmi PositiVibe Comunication:
"Menyikapi pemberitaan yang ada di beberapa media mengenai konser Sheila on 7, kami PositiVibe Communication bermaksud untuk menyampaikan beberapa hal terkait hal tersebut.
Hingga saat ini kami bersama promotor (Antara Suara) masih terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait. Promotor memastikan akan terus berupaya konser Sheila on 7 “Tunggu Aku Di” Bandung terselenggara sesuai rencana.
Baca Juga : Ciro Alves Sebut Ada Banyak Tim yang Menantikan Pertandingan Kontra Persib
Kami meyakini bahwa ‘Tunggu Aku Di’ edisi Samarinda bisa menjadi case study bagaimana konser yang kami laksanakan di Stadion bisa terlaksana dengan baik. Bahkan memberikan dampak secara nyata di sektor UMKM, perhotelan dan pariwisata. Sebagaimana konser berbagai musisi dalam dan luar negeri yang juga lazim digelar di Stadion.
Promotor dalam menjalankan kegiatan usahanya selalu berkomitmen untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Republik Indonesia dan sesuai dengan standar prosedur yang kami miliki untuk memberikan layanan terbaik kepada seluruh masyarakat untuk mencegah timbulnya kekeliruan serta menghindari adanya disinformasi yang mungkin timbul di kemudian hari.".***