Pelatih Persik Buka Suara soal Pencoretan 'Bad Boy' Eks Timnas Indonesia U-19 yang Baru Terungkap

Pelatih Persik Buka Suara soal Pencoretan 'Bad Boy' Eks Timnas Indonesia U-19 yang Baru Terungkap Yudha Febrian. (Persik)

REPUBLIK BOBOTOH - Pelatih Persik Kediri, Javier Roca buka suara soal menghilangnya Yudha Febrian dari skuad Macan Putih.

Pelatih asal Chili itu mengungkapkan, Yudha Febrian sudah tidak bersama Persik setelah seri ketiga Liga 1.

Namun Javier Roca terkesan menghindar ketika coba ditanya soal alasan dicoretnya Yudha Febrian dari skuad Persik.

"Ya. Yudha tak bersama kami lagi sejak tim Persik pulang dari seri ketiga lalu," kata Javier Roca dikutip dari Bola.net, Minggu 9 Januari 2022.

"Kalau alasannya, saya tak tahu. Manajemen yang bisa menjelaskan. Faktanya Yudha tak ada di tim. Apakah dia tak mau kembali lagi atau dia merasa tak bisa mengikuti program latihan saya," tuturnya.


Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)


BACA JUGA: Setelah Sepak Bola, Kini Raffi Ahmad dan Gading Marten Emban Misi khusus di Liga Basket

BACA JUGA: Punya 15 Juta Followers, Ridwan Kamil Siap Bantu Pasarkan Produk Kulit Garut di Instagram

Namun Javier Roca mengisyaratkan, Yudha kurang cocok dengan pola kepelatihan yang diterapkan dirinya yang lebih mengutamakan disiplin.

Dia menegaskan, setiap pemain yang berada di tim harus menghormati aturan yang diterapkannya dan Javier Roca ingin semua pemain Persik disiplin.

"Mungkin saja Yudha tak bisa adaptasi dengan pola saya. Filosofi yang saya pakai permainan tim harus agresif dan banyak menguasai bola. Untuk itu dibutuhkan latihan intensitas tinggi," ujarnya.

Yudha Febrian selama ini, lebih banyak disorot publik karena kasus indisipliner yang dilakukannya saat membela timnas Indonesia U-19 dan sempat tersandung kasus dugaan asusila. Karenanya cap 'bad boy' melekat pada diri Yudha.

Selain Yudha Febrian ada dua pemain naturalisasi, Sackie Teah Doe dan OK Jhon, yang juga terpental.

"Soal Sackie dan OK Jhon, karena mereka tak sesuai pola saya. Pemain yang harus adaptasi dengan program, bukan sebaliknya," pungkasnya.**

Follow Berita Republik Bobotoh di Google News

Penulis: Taufik | Editor: M Taufik

Piksi

Berita Terkini