Klub-klub Liga 1 Diterpa Krisis Finansial, Match Fixing Rentan Terjadi

Klub-klub Liga 1 Diterpa Krisis Finansial, Match Fixing Rentan Terjadi Ilustrasi bola. (Pixabay)

REPUBLIKBOBOTOH.COM - Sejumlah klub Liga 1 dikabarkan mulai mengalami masalah finansial, hingga harus mencicil dan bahkan, ada yang telat membayar gaji pemain.

Kondisi tersebut, dianggap rentan menimbulkan efek buruk seperti terjadinya match fixing alias pengaturan skor pertandingan.

Apalagi ada pengurus klub yang secara terang-terangan mengungkap persoalan finansial kepada media. Hal itu, menimbulkan kekhawatiran berpotensi dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung.

Pengamat sepak bola, Tommy Welly, menyayangkan maraknya kabar sejumlah klub sepak bola di Indonesia, termasuk di kasta Liga 1 yang telat membayar gaji pemain mereka.

Baca Juga : Jalani Debut Pahit Bersama Timnas Indonesia, Justin Hubner: Sungguh Sulit


Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)


Bung Towel, sapaan Tommy Welly, menilai persoalan krisis finansial di dalam klub sejatinya tabu untuk diungkap ke publik. Sebab hal itu, menyangkut integritas dalam sepak bola yang harus dijaga.

"Dari materi kursus tentang integritas sepak bola yang pernah saya ikuti tentang match fixing, ini sebenarnya hal-hal tabu yang tak boleh diungkap," kata Bung Towel, dalam siniar di kanal salah seorang anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, seperti dikutip dari Bola.net.

Menurut Bung Towel, ada sejumlah alasan mengapa pengungkapan krisis finansial tabu untuk diungkap kepada publik. Mantan jurnalis ini mengatakan bahwa pengungkapan ini seperti akan membuka pintu kepada para pelaku match fixing.

"Begitu hal-hal tersebut diungkap, itu seolah-olah membuka pintu dan memberi kode besar. Karenanya, dalam diskursus match fixing, ini adalah hal tabu yang tak boleh diungkap kepada publik," papar Bung Towel.

Baca Juga : Ini Masalah Besar Persib yang Harus Segera Dibenahi

Towel menilai, masalah keuangan ini berkaitan dengan masalah match fixing. Sementara itu, match fixing sendiri berpengaruh terhadap pengembangan industri sepak bola.

"Yang pasti, tidak terjadi integritas. Kalau tak ada integritas, harapan industri yang dibangun agak berat," ujarnya.

Belakangan dikabarkan sejumlah klub, termasuk di Liga 1 seperti PSIS Semarang, Persija Jakarta, PSM Makassar dan Arema FC tengah mengalami kesulitan finansial.**

Follow Berita Republik Bobotoh di Google News

Penulis: Tim Republik Bobotoh | Editor: Daddy

Piksi

Berita Terkini