HYDROPLUS Soccer League All-Stars Perluas Jangkauan, Solo Jadi Regional Baru Musim Depan

HYDROPLUS Soccer League All-Stars Perluas Jangkauan, Solo Jadi Regional Baru Musim Depan Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono. (RBCOM)

RBCOM – HYDROPLUS Soccer League All-Stars dipastikan akan memasuki babak baru pada penyelenggaraan musim berikutnya, 2026-2027.

Setelah sukses menggelar kompetisi nasional yang mempertemukan tim-tim terbaik dari empat wilayah, penyelenggara berencana memperluas cakupan turnamen dengan menambah satu regional baru, yakni Kota Solo.

Dengan kehadiran Solo, jumlah regional yang menjadi bagian dari kompetisi sepak bola putri usia dini ini akan bertambah menjadi lima.

Langkah tersebut diharapkan mampu membuka kesempatan lebih luas bagi lahirnya talenta-talenta baru dari berbagai daerah di Indonesia.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, mengatakan penambahan regional merupakan bagian dari pengembangan kompetisi yang selama ini telah berjalan.

Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)


"Sehingga nantinya akan ada 5 regional," kata Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono.

"Sebelumnya, di 4 kota mulai dari Kudus, Jakarta, Bandung dan Surabaya." sambungnya.

Menurut Teddy, kehadiran Solo akan semakin melengkapi pemerataan pembinaan sepak bola putri yang sebelumnya telah dibangun melalui MilkLife Soccer Challenge dan kemudian berlanjut ke HYDROPLUS Soccer League All-Stars.

Teddy menjelaskan, HYDROPLUS Soccer League All-Stars merupakan mata rantai kedua dalam konsep pengembangan sepak bola putri nasional yang dikemas melalui trilogi Women Soccer.

Rangkaian tersebut diawali dengan MilkLife Soccer Challenge All Stars, dilanjutkan putaran nasional HYDROPLUS Soccer League kategori U-15 dan U-18, sebelum berlanjut ke level internasional.

"Dua minggu lalu itu Milk Life Soccer Challenge All Star, dan pekan ini putaran nasional untuk liga putri usia 15 dan 18," ujarnya.

Pada putaran nasional musim ini, sebanyak delapan tim U-15 dan delapan tim U-18 dari empat regional bersaing menggunakan format kompetisi penuh double round robin.

Seluruh peserta merupakan dua tim terbaik dari masing-masing regional yang sebelumnya lolos melalui babak kualifikasi.

Menurut Teddy, kesinambungan kompetisi tersebut menjadi wadah ideal bagi pembinaan pemain usia muda sekaligus mempercepat perkembangan sepak bola putri Indonesia.

Ia juga menilai kualitas permainan para peserta musim perdana menunjukkan perkembangan yang menggembirakan meski sebagian besar pemain baru pertama kali merasakan atmosfer kompetisi nasional.

Jadi Jalur Seleksi Dua Timnas Putri U-16

Selain menjadi kompetisi nasional, HYDROPLUS Soccer League All-Stars juga memegang peranan penting dalam proses pembentukan dua skuad Timnas Putri Indonesia U-16 yang akan tampil pada ajang Srikandi Merdeka Cup pada 13 Agustus 2026.

Turnamen internasional tersebut akan diikuti tujuh negara, sementara Indonesia akan menurunkan dua tim nasional sebagai bagian dari program akselerasi pembinaan pemain muda.

Seluruh pemain yang tampil di putaran nasional HYDROPLUS Soccer League All-Stars menjadi prioritas dalam proses pemantauan. Namun, tim pelatih juga tetap membuka peluang bagi pemain lain yang tampil di level regional.

"Jadi nanti pasti akan ada tambahan. Saat ini proses scouting dilakukan oleh Coach Timo Scheunemann. Rencana mungkin di diseleksi di tahap pertama mungkin sekitar 50 atau 60 karena kan 2 tim kan," katanya.

Teddy optimistis mayoritas pemain yang memperkuat dua Timnas Putri U-16 nantinya berasal dari ajang All-Stars.

"Harapannya mungkin saya rasa sih akan terpilih mungkin sekitar 90%-an akan dari All Star sini karena sisanya mungkin adalah pemain-pemain yang bermain di Hydroplus Soccer League di regional masing-masing tapi karena klubnya tidak masuk di peringkat 1-2 sehingga mereka tidak bisa bergabung di sini. Tapi ada beberapa nama lah termasuk beberapa pemain Timnas yang memang akhirnya klubnya tidak bisa bermain di putaran nasional tadi," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa proses pembentukan tim nasional dilakukan melalui koordinasi intensif bersama PSSI agar pemain-pemain muda memperoleh pengalaman bertanding di level internasional sejak dini.

"Jadi kita juga melakukan komunikasi dan koordinasi yang sangat intens dengan PSSI untuk pembentukan tim nasional ini." ujar Teddy.

Karena alasan tersebut, diputuskan Indonesia akan mengirimkan dua tim pada Srikandi Merdeka Cup.

"Makanya sehingga diputuskan dibentuk 2 Timnas. Kenapa? karena kita ingin memberikan pengalaman kepada adik-adik kita ini kan maksudnya untuk bisa eh bermain di level internasional." katanya.

Lebih jauh, Teddy mengungkapkan bahwa skuad yang terbentuk dari ajang tersebut diproyeksikan menjadi fondasi Timnas Putri Indonesia U-16 yang akan tampil pada Kualifikasi Piala Asia AFC U-17 Putri pada Oktober 2026.

Dengan penambahan regional, kesinambungan kompetisi berjenjang, hingga keterhubungan langsung dengan program tim nasional, HYDROPLUS Soccer League All-Stars semakin mengukuhkan perannya sebagai salah satu jalur pembinaan paling strategis bagi masa depan sepak bola putri Indonesia.***

Follow Berita Republik Bobotoh di Google News

Penulis: Daddy Mulyanto | Editor: Daddy

Berita Terkini