Respons Viking Persib Club Atas Aturan Larangan Kehadiran Suporter Tim Tamu

Respons Viking Persib Club Atas Aturan Larangan Kehadiran Suporter Tim Tamu Tobias Ginanjar. (Raffy Faraz/Republik Bobotoh)

REPUBLIK BOBOTOH - Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, buka suara terkait larangan kehadiran suporter tamu di laga away. Tobias Ginanjar mengaku sangat menyayangkan aturan yang dibuat oleh operator kompetisi, PT Liga Indonesia Baru.

Menurut Tobias, aturan tersebut dikhawatirkan menimbulkan masalah baru di kalangan suporter. Pasalnya bukan tidak mungkin aturan tersebut membuat para suporter semakin ingin menyaksikan pertandingan tandang tim kesayangannya.

Ditambah lagi aturan tersebut tak relevan dengan keinginan para suporter. Terlebih aturan ini masih bisa diakali oleh suporter tamu, mengingat penjualan tiket pertandingan dijual secara online.

Baca Juga : 10 Persen Hasil Penjualan Tiket Indonesia vs Palestina Disumbangkan untuk Rakyat Palestina

"Ya tentunya kita menyayangkan dan menolak. Karena menurut kita hal tersebut kurang relevan dengan kondisi yang diinginkan. Karena kan alasan tidak boleh adanya suporter away kan katanya alasannya untuk keamanan biar tidak terjadi kerusuhan dan lain sebagainya," kata Tobias, Selasa 6 Juni 2023.


Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)


"Nah, tapi justru menurut saya dengan dilarang seperti itu malah menimbulkan potensi-potensi kerusuhan."

"Jadi begini maksudnya. Kalau dilarang itu kan bagaimana cara melarangnya. Karena kan sekarang di setiap stadion hampir semua tiket online. Artinya, semua suporter bukan hanya tuan rumah. Tamu pun bisa membeli,"

"Jadi, kalau pun dilarang pasti ada aja yang tetap berangkat walaupun tidak menggunakan atribut dan sebagainya. Justru itu kan malah bahaya karena tidak terkordinir. Takutnya ada apa-apa, takutnya malah tidak diterima oleh tim tuan rumah malah berbahaya," ujar pria yang akrab disapa Tobi itu pada Selasa, 6 Juni 2023.

Baca Juga : Ada 4 Wajah Baru di Sesi Latihan Persib Hari Ini

Lebih lanjut Tobi memprediksi, tanpa adanya aturan tersebut keamanan akan tetap terjaga asalkan semua pihak bisa berkoordinasi secara baik. Terutama koordinasi dengan suporter tim tamu, sehingga pergerakan suporter tim tamu dapat termonitor secara baik.

"Justru, kalau diizinkan itu jelas. Koordinasi dengan pihak keamanan jelas. Dengan suporter tim tuan rumah jelas. Jadi keberangkatan terkordinir. Jumlah orangnya kuota tiketnya dan lainnya,"

"Jadi lebih dipantau. Daripada seperti ini. Takutnya dengan adanya larangan dilarang itu seakan-akan tidak ada antisipasi. Tidak akan ada yang datang, tapi justru ada yang datang justru malah sulit mengantisipasi," tambahnya.

Atas keberatan ini, Tobi menegaskan pihaknya akan melayangkan surat keberatan terhadap PT LIB. Baginya aturan tersebut sangat memberatkan dan akan memperburuk stigma suporter sebagai biang kerusuhan.

Baca Juga : Butuh Privasi, Latihan Persib Dijaga Ketat Petugas Keamanan

"Dalam waktu dekat kita memang akan melayangkan surat keberatan. Protes. Karena kita tidak mau stigmanya selalu suporter itu dianggap biang rusuh dan lainnya. Sekaan-akan kita itu dikasih ya hukuman," ungkapnya.

"Justru suporter itu harus di kasih kepercayaan. Karena sepak bola itu kan hiburan rakyat juga. Semua kalau belum apa apa sudah dicap negatif terus, pasti nantinya tidak akan benar. Mau sampai kapan seperti itu,"

"Seharusnya gimana dengan kejadian-kejadian kemarin ada rusuh. Dan bagaimana, justru harusnya evaluasi. Tingkatkan keamanan sehingga tidak terjadi lagi kejadian seperti kemarin-kemarin. Jadi, bukan dengan jalan pintas dengan melarang,"

"Ini mah kaya cara yang mengambil jalan pintas. Gitu. Nggak mau capek, nggak mau ribet," tutupnya.**

Follow Berita Republik Bobotoh di Google News

Penulis: Raffy Faraz | Editor: M Taufik

Piksi

Berita Terkini