PT PBB Diminta Kaji Ulang Hari Jadi Persib, Kalau Kekeuh 5 Januari 1919 Ya Bukan Persib Lagi

PT PBB Diminta Kaji Ulang Hari Jadi Persib, Kalau Kekeuh 5 Januari 1919 Ya Bukan Persib Lagi Konsolidasi bersama 36 PS dan tokoh sepak bola Bandung di Gedung Asprov PSSI Jabar, Bandung, Minggu (24/12/2023). (Adam Husein/REPUBLIKBOBOTOH.COM)

REPUBLIKBOBOTOH.COM - Terjadi ketidak sepakatan soal perubahan hari jadi Persib dari 14 Maret 1933 menjadi 5 Januari 1919 seperti yang sudah didengungkan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB).

Sebanyak 36 PS (Perkumpulan Sepakbola) Bandung di bawah Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Bandung, meminta PT PBB untuk menangguhkan 5 Januari 1919 sebagai hari lahir Persib Bandung.

Terlebih, PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) kabarnya berencana akan menggelar acara besar-besaran untuk merayakan perubahan hari jadi baru Persib. Tepatnya pada 5 Januari 2024 mendatang.

Baca Juga : TERPOPULER: Levy Masih di Bandung, Sesalkan Hengkangnya 2 Pemain Ini hingga Miro Bandingkan Sepak Bola Indonesia

Ketua Umum Askot PSSI Bandung, Yoko Anggasurya mengatakan akan bersikap tegas apabila PT PBB bersikeras menganggap Persib lahir pada 5 Januari 1919. Tuntutan pengadilan akan dilakukan.


Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)


“Kalau dipaksakan, tidak ada jalan lain. Kalau mau tetep hari lahirnya itu (5 Januari 1919) ya bukan Persib lagi. Dan berarti Persib yang 1933 nya harus dikembalikan kepada kita,” tegas Yoko Anggasurya usai menggelar Konsolidasi bersama 36 PS dan tokoh sepak bola Bandung di Gedung Asprov PSSI Jabar, Bandung, Minggu (24/12/2023).

Salah satu dari perwakilan PS Nusaraya Bandung, Budi Agung menambahkan, untuk memastikan hari lahir jadi Persib perlu pengkajian ulang.

Menurutnya, tim peneliti yang mengkaji penetapan hari lahir Persib Bandung, tidak satu pun melibatkan tokoh sepak bola yang mengerti tentang sejarah sepak bola.

"Karena itu harus ada kolaborasi. Saya berharap PT PBB bisa mengkaji ulang kembali. Jadi ada kolaborasi antara tim penelitian secara akademik dengan tokoh-tokoh sepak bola yang mengerti sejarah sepak bola Persib," ujar Budi.

Adapun tokoh sepak bola yang harus dilibatkan lanjut Budi seperti halnya Ahwani dan Taufik Faturohman (PS IPI dan budayawan). Bahkan, mungkin ada tokoh lain yang paham sejarah sepak bola di Bandung.

Baca Juga : Legenda Persib Ingatkan Skuat Maung Bandung untuk Menjaga Kekompakan Tim

"Tapi setidaknya, dua orang itu sudah cukup mewakili, baik untuk tokohnya maupun untuk 36 PS," tutur Budi.

Budi Agung berencana akan melayangkan surat keberatan secara tertulis kepada PT PBB mengenai perubahan hari jadi tersebut. Sebab hal itu sudah melanggar statuta yang telah ditetapkan PSSI.

“Disitu sudah dijelaskan tidak boleh merubah apapun dengan alasan apapun. Maka kita mengajukan surat keberatan secara tertulis. Yang mana follow up nya, kita harus dilibatkan. Karena bagaimana pun, kita bagian dari Persib. Hanya saja kita melebur ke Askot,” tegasnya.**

Follow Berita Republik Bobotoh di Google News

Penulis: Tim Republik Bobotoh | Editor: Daddy

Piksi

Berita Terkini