TERPOPULER: David da Silva Harus Dihentikan, Yang Mesti Diganti Itu Teddy Tjahjono hingga Dukung Persib 1933

TERPOPULER: David da Silva Harus Dihentikan, Yang Mesti Diganti Itu Teddy Tjahjono hingga Dukung Persib 1933 Logo Persib. (REPUBLIKBOBOTOH.COM)

REPUBLIKBOBOTOH.COM - Selamat pagi para bobotoh. Mengawali awal pekan ini, REPUBLIKBOBOTOH.COM menyajikan tiga berita terpopuler yang sayang bobotoh lewatkan.

Tiga berita terpopuler sepanjang Selasa, 26 Desember 2023 ini bisa anda baca kembali dan sudah terangkum di bawah ini:

1. Goran Paulic: David da Silva Harus Dihentikan, Dia Sudah Lelah

Asisten Pelatih Persib Bandung Goran Paulic, beberkan alasan performa Persib menurun di tiga laga terakhir Liga 1 2023/2024.

Khususnya striker David Da Silva yang tidak mampu lagi mencetak gol dalam tiga laga terakhir Persib melawan PSM Makassar, Persik Kediri, dan Bali United.


Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)


Catatan golnya terhenti saat Persib pesta gol ke gawang Dewa United 1-5 di Stadion Indomilk Arena, 26 November 2023.

Di laga tersebut, David Da Silva mencetak brace untuk Persib dan satu buah assist.

Melihat menurunnya performa David da Silva, Goran menganggapnya wajar, itu karena imbas panjangnya kompetisi Liga 1 2023/2024.

"Seluruh pemain di dalam tim butuh istirahat karena kami sudah banyak menjalani pertandingan serta melakukan perjalanan yang panjang. Pemain menghabiskan banyak energi dan bisa dilihat dalam 2-3 laga terakhir kondisi pemain sudah tidak begitu tajam," kata Goran, Selasa (26/12/2023).

2. PT PBB Ubah Hari Jadi Persib, Pentolan Bobotoh: Yang Mesti Diganti Itu Teddy Tjahjono

Bobotoh menyayangkan keputusan PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) yang mengubah hari jadi Persib Bandung dari 14 Maret 1933 menjadi 5 Januari 1919.

Salah satu pentolan bobotoh, Rudi Boseng, menilai tahun kelahiran Persib seharusnya tidak boleh diganti karena hasil riset tim peneliti Universitas Padjadjaran (Unpad).

Menurut Boseng, penelitian sejatinya melibatkan banyak pihak, tidak hanya akademisi. Sebab di Bandung ada banyak tokoh yang menurutnya cukup memahami sejarah Persib.

"Seharusnya tidak boleh diganti, tanggal lahir Persib itu tetap 1933, yang mesti diganti itu Tedy Tjahjono, karena bikin gaduh terus, ngambil keputuan-keputusan yang bikin pro kontra. Apa dasarnya harus mengganti hari jadi Persib, kalau menurut saya mah penelitian mah gampang, itu bisa dibayar," kata Boseng.

3. Khawatir Terjadi Dualisme, Pentolan Viking Tegas Tetap Dukung Persib 1933

Salah satu pentolan Viking Persib Club (VPC), Tedy Ekek mengaku khawatir terjadi dualisme setelah PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) secara resmi mengubah hari jadi Persib dari 14 Maret 1933 menjadi 5 Januari 1919.

Seperti diketahui, Hari Jadi Persib Bandung yang berubah dari 14 Maret 1933 menjadi 5 Januari 1919 jadi perdebatan, tidak hanya di antara tokoh sepak bola di Bandung, juga publik sepak bola nasional, khususnya bobotoh.

Pro dan kontra mengiringi keputusan manajemen Persib Bandung yang menerima hasil riset Tim Peneliti Universitas Padjadjaran (Unpad) yang menetapkan 5 Januari 1919 sebagai tonggak sejarah berdirinya Persib.

Sejumlah tokoh sepak bola, termasuk pengurus 36 tim amatir eks anggota Persib mempertanyakan keputusan perubahan Hari Jadi Persib.

Taufik Faturohman, Pemilik IP GS dan Budayawan, jadi salah satu pihak yang mempertanyakan perubahan Hari Jadi Persib. Menurutnya penetapan 5 Januari 1919 sebagai tanggal kelahiran Maung Bandung tidak masuk akal.

Bahkan, Ketua Umum Askot PSSI Bandung, Yoko Anggasurya mengatakan akan bersikap tegas apabila PT PBB bersikeras menganggap Persib lahir pada 5 Januari 1919.

Tuntutan pengadilan akan dilakukan dan akan meminta Persib 1933 dikembalikan kepada 36 Klub anggota yang dinaungi Askot PSSI Kota Bandung.

Tedy Ekek mengaku khawatir bila PT PBB bersikeras mengubah Hari Jadi Persib akan terjadi dualisme, antara Persib 1933 dan Persib 1919.

"Kekhawatiran pasti ada, kalau sampai terjadi dualisme, saya sebagai bobotoh, akan tetap mendukung yang Persib 1933," tegas Tedy yang juga sebagai salah satu pendiri VPC ini kepada REPUBLIKBOBOTOH.COM, pada Selasa (26/12/2023).

Itulah tiga rangkuman berita terpopuler REPUBIKBOBOTOH.COM yang bisa dibaca kembali dengan meng klik judul beritanya.**

Follow Berita Republik Bobotoh di Google News

Penulis: Tim Republik Bobotoh | Editor: Daddy

Piksi

Berita Terkini