Cerita Bobotoh Sulit Akses Persib Apps hingga Jadi Korban Penipuan Tiket Palsu

Cerita Bobotoh Sulit Akses Persib Apps hingga Jadi Korban Penipuan Tiket Palsu (ILUSTRASI) Penukaran tiket online Persib. (Adam Husein/Republik Bobotoh)

REPUBLIK BOBOTOH - Sejumlah bobotoh mengaku kesulitan mengakses aplikasi Persib Apps dan website Persib untuk memesan tiket pertandingan yang dijual secara online.

Itu juga yang membuat Rama, salah satu dari beberapa bobotoh yang memilih 'jalan pintas' hingga menjadi korban calo penjual tiket palsu pertandingan Persib vs Madura United.

Rama kecele karena tiket gelang yang dibelinya ternyata palsu hingga membuatnya gagal nonton langsung laga kandang perdana Persib di Liga 1 musim ini.

Rumitnya memesan tiket Persib secara online, jadi alasan Rama memilih jalan pintas dengan membeli tiket dalam bentuk gelang dari calo di sekitar kawasan Stadion GBLA pada hari pertandingan.

Baca Juga : Cedera Parah di Wajah hingga Giginya Copot, Kiper Andalan Borneo FC Absen Lawan Persib

Tapi niat ingin mencari jalan cepat, Rama malah jadi korban penipuan karena tiket gelang yang dibelinya palsu dan membuatnya gagal nonton laga Persib secara langsung di Stadion GBLA.

"Jadi gini karena kami kesulitan menggunakan aplikasi (Persib Apps), kami terpaksa tiket secara cepat seperti ini," cerita Rama kepada wartawan di pintu VIP Barat Stadion GBLA, Sabtu 30 Juli 2022.

"Ini itu dijual dengan harga 75 ribu rupiah, karena terpaksa kami ingin nyetadion, terlalu cinta sama Persib, ya kami terpaksa kami gunakan jalur tiket cepat ini."

"Namun di sela kami menggunakan jalur cepat ini ternyata tiket ini palsu yang dapat merugikan kita semua."

Baca Juga : Sempat Tampil di Kasta Tertinggi Sepak Bola Indonesia, Tim Lawas Asal Sumatera Ini Terancam Bubar

"Belinya di area gerbang merah, mereka mengatasnamakan Panpel, saya coba konfirmasi ke sini untuk menjaga nama baik Panpel," ujar Rama.

Dilihat secara fisik, nampak ukuran tiket palsu dengan tiket asli cukup serupa. Namun saat dibandingkan tata letak gambar, barcode, dan bahan, sangat jelas perbedaannya.

Tiket berbahan HVS yang dibeli Rama berwarna merah dan biru, lengkap dengan barcode palsu serta lokasi area stadion.

Sedangkan tiket asli berbahan lebih tebal, dan hanya memiliki dua warna dengan kombinasi putih, logo sponsor Persib, serta area tribun yang dipilih.


Baca Juga : Aksi Esteban Vizcarra Bikin Bobotoh Geram, Ramai-ramai Unfollow dan Hilang Respek

Rama menambahkan, saat selesai melakukan transaksi, ia merasa semuanya berjalan baik-baik saja.

Tetapi ketika antre dan scanning oleh petugas, tiket yang dibelimya tak bisa diakses sehingga ia harus keluar dari antrean.

"Karena kami cek-cek Instagram Persib, namun di Instagramnya tidak menunjukkan tiket gelangnya, jadi saya tidak tahu tiketnya. Kalau bentuk tiket gelangya. Kami 9 orang (korban penipuan)," jelasnya.

Baca Juga : Nonton Piala AFF U-16, Dua Mantan Persib Reuni di Maguwoharjo

"Dari scanning. Kami sebenarnya masuk lewat jalur belakang. Kita dapetnya pemeriksaan di ring 1," imbuhnya.

Belajar dari pengalaman pahit yang dialaminya, pria berusia 22 tahun itu mengingatkan bobotoh agar tidak mudah percaya kepada pihak tak dikenal yang memanfaatkan situasi dengan menjual tiket palsu.

"Ya diimbau kepada bobotoh jangan terlalu percaya juga terhadap calo-calo ataupun yang lainnya. Dan ke depannya cukup kami jadi korban terakhir," tutupnya.

Baca Juga : Gugup dan Merinding Main di Bandung, Rendy Oscario: Sedangkan Saya Orang Jakarta

Sementara laga kandang perdana Persib di Liga 1 musim ini, cukup sepi dengan tingkat kehadiran penonton langsung di stadion cukup rendah.

Berdasarkan catatan resmi PT Liga Indonesia Baru (LIB) seperti dirilis website resmi, jumlah penonton laga Persib vs Madura United di Stadion GBLA, hanya 5.410 orang.

Jika dipersentasekan, berarti hanya sekira 20 persen tiket pertandingan Persib vs Madura United yang terjual dari total 26 ribu yang disediakan.**

Penulis: Raffy Faraz | Editor: M Taufik

Piksi

Berita Terkini

Hasil dan Skor Sementara PSS vs Persib