Sistem Tiket Rumit GBLA Sepi, Yana Umar Sampaikan Keluh Kesah ke Teddy Tjahjono, Langsung Banjir Dukungan Bobotoh

Sistem Tiket Rumit GBLA Sepi, Yana Umar Sampaikan Keluh Kesah ke Teddy Tjahjono, Langsung Banjir Dukungan Bobotoh Yana Umar saat menyaksikan pertandingan Persib di Stadion GBLA, Bandung. (Adam Husein/REPUBLIKBOBOTOH.COM)

REPUBLIK BOBOTOH - Pemandangan tak biasa kembali terlihat di pertandingan kandang Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kota Bandung.

Dari 3 laga kandang di kompetisi Liga 1 2022-2023 musim ini, jumlah penonton tak seperti di musim-musim sebelumnya dan tak mencapai 8 ribu pasang mata.

Di laga kandang pertama kontra Madura United, hanya 5.410 tiket yang terjual. Pada laga kandang berikutnya kontra PSIS justru menurun dengan 5.358 tiket yang terjual.

Peningkatan terjadi di laga kandang terakhir kontra Bali United, tiket terjual lebih banyak yakni 7927 tiket. Namun, fenomena ini tetap tidak bisa untuk Persib yang memiliki basis suporter terbanyak di Indonesia.


Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)


Minimnya dukungan dari Bobotoh membuat stadion berkapasitas 38.000 kursi itu sepi.

Baca Juga : Bukan Karena Mantan Tim, Ini Alasan Spaso Tidak Selebrasi Usai Cetak Gol ke Gawang Persib

Hal itu membuat mantan dirigen Viking Persib Club, Yana Umar menyampaikan keluh kesahnya yang dituangkan dalam unggahan di Instagram pada Rabu, 24 Agustus 2022.

Ia menjelaskan, ada banyak pertanyaan yang ditujukan kepadanya dari Bobotoh. Pertanyaan yang sering ia dapatkan adalah sepinya stadion dan performa Persib yang merosot di musim ini.

"Mang naha stadion sepi ,'teuing teu apal', Mang tiketna ribet 'teuing teu apal', Mang persib eleh 'teuing oge da teu maen'," tulis Yana di unggahan Instagramnya.

Banyaknya pertanyaan soal tiket, tentunya diakui Yana menjadi keresahan bagi banyak Bobotoh. Ia menyampaikan saran kepada Persib dan para petingginya agar mempermudah akses Bobotoh untuk mendapatkan tiket.

Pasalnya sesuai dengan yang terjadi di laga tandang, sistem tiket secara online tak menyulitkan para pendukungnya.

Bahkan ia juga sempat bertanya kepada sejumlah suporter lain, terutama saat kawan-kawan Bobotoh melakukan tur untuk menyaksikan laga tandang.

Baca Juga : Disebut Tim Penuh Drama, Teco Tidak Peduli

"Cuman saran ajah buat boss @teddy.tjahjono @persib. Masalah tiket saya selalu bertanya kalau setiap persib tour mulai dari Bhayangkara Borneo dan Sleman hal hasilnya ternyata semua tidak jauh berbeda sama online,"

"Pertama saya ngobrol sama panpel Bhayangkara sistem tiket seperti apa. Sistem disini online dan pakai tiket gelang, tapi kalau pembeli tiket tidak sempat tuker dengan gelang kita sediakan pintu masuk khusus yg tidak bertiket gelang”

"Yang kedua saat persib tandang ke Borneo saya sempat tanya juga anak2 @vikingborneo, Sama mang di Borneo oge online tapi komunitas dipasilitasi misalkan pusamania pesen tiket 1000 dengan satu akun,"

"Ini yang ketiga saat bertandang ke Sleman saya ngobrol juga sama temen-temen BCS dan Slemania, ternyata sama juga dengan Bhayangkara dan Borneo," ujar kesaksian Yana saat bertanya kepada koleganya di lokasi tandang Persib.

Ia meminta kepada Persib dan Panpel untuk segera mempermudah sistem tiket untuk diakses Bobotoh. Pasalnya situasi ini memberikan dampak besar bagi performa Persib yang saat ini masih menurun.

Baca Juga : Sempat Bersitegang di Laga Persib vs Bali United, Nadeo dan Ricky Kambuaya Umbar Kemesraan di Luar Lapangan

"Saya pikir baiknya panpel Persib masalah tiket jangan dibikin ribet, kasian bobotoh yang luar Bandung pingin nonton tapi sistemnya dibikin ribet sendiri, dari dulu Persib mah can pernah stadion kosong," tambahnya.

Tak hanya itu ia juga memberi masukan agar sistem pembelian online dikemas secara bertahap.

Yana melihat sistem tiket sepenuhnya online menghilangkan tradisi yang sudah tertanam, yakni silaturahmi dengan Bobotoh lainnya. Penukaran tiket juga sebaiknya harus diperhatikan oleh Persib.

"Gini ajah pak Teddi gimana kalo sistem diubah aja, online tetap tapi buat komunitas seperti viking, bomber, casual, ultras, tetap beli dengan satu akun dan keperluannya berapa tiket, (biar silaturahminya tetap terjaga )."

"Nah yang tidak sempat menukarkan tiket gelang jangan di bikin ribet diharuskan tuker tiket gelang biarin ajah langsung ke stadion perlihatkan pembelian tiket dengan pintu masuk yang khusus tiket barcode,"

Baca Juga : Kata Budiman Soal Penalti David Da Silva

"Kasian Bobotoh dari luar Bandung harus bulakbalik penukaran tiket gelang karna di haruskan. Sakitu we curhatan abdi mah. Meh rame deui stadion teh teu sepi siga kuburan, pemain oge melendoy mereun Ari stadion sepi mah." tutupnya.

Unggahan tersebut langsung disambut komentar dari ribuan Bobotoh, mayoritas mereka mendukung apa yang dikatakan Yana, sudah mewakili keluh kesah bobotoh.

Seperti dikatakan pemilik akun @asep_firman23. "Terwakilkan, Mudah-Mudahan di dangu ku management , @teddy.tjahjono @hajiumuh33 kan stadion Pinuh Mah Pemasukan Kango @persib ge jauh lebih besar," tulisnya.

Begitupun dikatakan @aasepirwansyah07. "Asli mang kamari saya berangkat di tasik, kuduna tinggal belok motong di RTC rancaekek ka GBLA jadi kudu muter hela ka ujung berung lier," tulisnya.

Baca komentar bobotoh lainnya dalam postingan Yana Umar di bawah ini:

TONTON VIDEONYA DI YOUTUBE RBCOM TV

Follow Berita Republik Bobotoh di Google News

Penulis: Raffy Faraz | Editor: Daddy

Piksi

Berita Terkini