Liga 1 Dirumorkan Kembali Digelar dengan Format Baru, Umuh Muchtar Khawatir Akan Roda Ekonomi Masyarakat

Liga 1 Dirumorkan Kembali Digelar dengan Format Baru, Umuh Muchtar Khawatir Akan Roda Ekonomi Masyarakat Komisaris Persib, Umuh Muchtar. (Adam Husein/Republik Bobotoh)

REPUBLIK BOBOTOH - Terdapat 3 opsi yang dicanangkan PT Liga Indonesia Baru untuk kembali menggelar kompetisi musim ini.

Opsi tersebut sudah disampaikan PT LIB kepada owner meeting pada Jumat, 4 November 2022 di Hotel Sultan, Jakarta.

Ketiga opsi tersbut yakni, jadwal pada 18 November 2022, 25 November 2022, dan 2 Desember 2022. Sehingga pada akhirnya kompetisi Liga 1 2022/2023 bisa tetap rampung pada 16 April tahun depan.


Yuk gabung channel whatsapp REPUBLIKBOBOTOH.COM untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Persib, Bobotoh, Liga 1, dan ragam berita menarik lainnya seputar Bandung Raya. Klik di sini (JOIN)


Baca Juga: Tanggapan Umuh Muchtar Soal Rekomendasi Komnas HAM Bekukan PSSI dan Kegiatan Sepak Bola

Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar buka suara terkait adanya 3 opsi jadwal tersebut. Ia mengaku bersyukur, namun memiliki pertanyaan besar terhadap sosok yang nantinya akan bertanggungjawab dengan gelaran tersebut.

Tak hanya akan penanggungjawab terkait Liga 1 saja, Umuh juga mempertanyakan format yang akan diterapkan. Apalagi ia juga tak setuju dengan adanya rumor bahwa Liga 1 akan kembali digelar tanpa penonton dan kembali menerapkan sistem gelembung.

"Ya Alhamdulilah kalau gitu tapi siapa yang memimpin apa Komisaris nya yang memimpin, tunggu dulu. LIB itu kan diceritakan dulu siapa yang mau tanggung jawab terus ada berita tidak ada penonton, jangan lah tidak rame lah, semua klub mengharapkan penonton cuma dibatasi saja, silakan saja," ujar Umuh kepada awak media pada Sabtu, 5 November 2022 di salah satu rumah makan di Jalan. R.E Martadinata, Kota Bandung.

Baca Juga: Luis Milla Jawab Rumor Persib Akan Gelar Pemusatan Latihan di Luar Negeri

Lebih lanjut Umuh berharap kompetisi Liga 1 tetap digelar seperti pada umumnya dengan menerapkan sistem kandang tandang dan melibatkan suporter.

Terlebih dengan begitu, roda perekonomian masyarakan di berbagai daerah tetap terjaga, mengingat ada banyak orang yang menggantungkan hidupnya dari sepak bola.

'Tetep home away, karena akan membangkitkan ekonomi daerah seperti pedagang dan macam macam," tutupnya.**

TONTON VIDEONYA DI YOUTUBE RBCOM TV

Follow Berita Republik Bobotoh di Google News

Penulis: Raffy Faraz | Editor: Teguh Nurtanto

Piksi

Berita Terkini